|
Universitas Airlangga Tidak Naikkan Uang Sumbangan Pendidikan
Kamis, 19 Juni 2008 | 13:12 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof Dr Fasich mengatakan, tahun ini Unair tidak menaikkan biaya Sumbangan Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan (SP3) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).
Dikakatakannya, untuk masuk di Universitas Airlangga calon mahasiswa bisa menempuh dua cara, yakni melalui jalur Penelusuruan Minat Dan Kemampuan (PMDK) prestasi, PMDK Umum dan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN).
"Tarif pendidikan jalur PMDK dan jalur Seleksi Nasional sama. Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan untuk program studi IPS Rp 600 ribu per semester dan Rp 700 ribu untuk program studi kelompok IPA," kata Fasich, Kamis (19/6).
Sedangkan tarif masuk PMDK jalur umum jauh lebih besar, angkanya yang terkecil Rp 5 juta untuk jurusan ilmu sejarah dengan BOP Rp 2,5 juta per semester sampai Rp 100 juta untuk untuk pendidikan dokter dengan BOP Rp 6 juta per semester.
Menurut Fasich, mahalnya tarif jalur PMDK itu untuk subsidi silang. Biaya yang dikumpulkan dari jalur PMDK untuk mensubsidi mahasiswa penerima beasiswa.
Menurut Fasich mahalnya biaya pendidikan itu, terutama untuk biaya pratikum di Fakultas Kedokteran. "Aanggaran dari APBN tidak mencukupi untuk operasional Universitas," katanya.
Dikatakan Fasich, untuk membiayai mahasiswa tidak mampu, Unair mencari dana ke luar negeri, dari universitas dan dari para alumni. "Para alumni mengangkat mahasiwa tidak mampu sebagai anak asuh," katanya.
Jumlah penerima beasiswa di Universitas Airlangga Surabaya tahun lalu mencapai 15-20 persen dari jumlah mahasiswa sekitar 4 - 5 ribu mahasiswa.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|