|
Rayakan Kelulusan:
Ribuan Pelajar Kota dan Kabupaten Kediri Konvoi
Senin, 16 Juni 2008 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan siswa-siswi kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota dan Kabupaten Kediri tumpah-ruah di jalan merayakan hari kelulusan mereka, Senin (16/6). Dengan mengendarai sepeda motor, mereka melakukan konvoi keliling kota hingga memacetkan arus lalu lintas. Meksipun selama konvoi ratusan aparat kepolisian mengawal konvoi itu, namun kemacetan tidak bisa dihindari karena jumlah peserta konvoi sangat banyak.
Dari pantaun Tenmpo, aksi konvoi dilakukan sejak pukul 10.00 wib yang diawali dari hampir semua SMA di Kota dan Kabupaten Kediri. Begitu keluar dari halaman sekolahnya masing-masing, di perjalanan bertemu dengan rombongan dari sekolah lain, hingga akhirnya konvoi mengular.
Aksi menjadi tontonan masyarakat karena semua pelajar dengan seragam abu-abu putih itu mencoret-coret baju seragamnya dengan spidol dan cat. Mereka juga mewarnai rambutnya dengan aneka warna. Sejumlah pelajar putri bahkan banyak berdiri di boncengan belakang rekannya sembari mengibarkan baju seragam, topi, dasi dan atribut sekolahnya di sepanjang perjalanan.
Menjelang pukul 12.00 wib, konvoi dibubarkan aparat kepolisian karena memacetkan lalu lintas di kawasan bundaran Sekartaji. Pembubaran itu dilakukan agar konvoi tidak berlarut-larut dan segera diakhiri. Dikhawatirkan bisa memicu tawuran dan instabilitas.
"Ini hari bersejarah bagi kami. Kami gak ingin melewatkannya. Habis ini baru mikir mau kemana, nyari kerja atau neruskan kuliah," kata Tanti, salah seorang pelajar SMA di kawasan Mojoroto, Kota Kediri.
Atas terjadinya konvoi ini, pihak Dinas Pendidikan setempat tidak bisa melarang. Menurut Sugianto, Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, pihaknya hanya miminta agar konvoi dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis.
Berdasarkan data di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, dari 3.105 pelajar SMA Negeri yang ikut Ujian Nasional, 2.991 pelajar dinyatakan lulus. Sedangkan dari 508 pelajar SMA swasta, yang lulus 421 pelajar.
Sementara di wilayah Kota kediri, dari 3.744 pelajar perserta ujian nasional, yang lulus 3.694 pelajar (50 pelajar tidak lulus). Dari sejumlah SMA di Kota kediri, SMA Al Anwar Mrican merupakan sekolah yang paling banyak memiliki siswa tidak lulus. Dari 32 siswa yang tidak lulus sebanyak 22 orang.
Sementara, nilai ujian nasional (NUN) tertinggi jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dicapai oleh Chandra Bagus Dwianto, siswa SMA Negeri II Kota Kediri dengan nilai 56,15. Sedangkan bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dicapai Nurita Puspitasari, siswi SMA negeri I Kota Kediri dengan nilai 54,70. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|