|
Gelombang Besar Hentikan Aktivitas Pelayaran di NTT
Senin, 20 Agustus 2007 | 13:18 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Seluruh armada kapal pelayaran PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan armada pelayaran swasta lainnya di Nusa Tenggara Timur berhenti beroperasi. Larangan berlayar diberlakukan karena gelombang laut di sebagian perairan kawasan ini mencapai lebih dari empat meter dengan kecepatan angin rata-rata di atas 45 kilometer per jam. Akibatnya, ratusan calon penumpang tujuan Flores, Sumba dan Alor terlantar.
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Simon Uly mengatakan, pihaknya tidak ingin mengambil resiko untuk mengizinkan kapal ferry tetap beroperasi karena sehari sebelumnya, sebuah armada ASDP yang melayani rute Sumba Timur-Aimere Flores terkatung-katung selama 12 jam di laut Sawu karena dihantam gelombang besar. "Kapal-kapal pelayaran antar pulau baru akan berlayar kalau gelombang laut sudah kembali normal," ujarnya saat dihubungi, Senin (20/8).
Sementara Kepala ASDP Cabang Kupang, La Unru mengatakan, dua kapal yakni KM Umakalada yang berlayar dari Waingapu menuju Sawu, dan KM Ile Mandiri tepaksa kembali ke pelabuhan setelah sempat terombang-ambing selama lebih dari 12 jam di laut. "Berdasarkan laporan yang kami terima dari kapten kapal, gelombang sangat besar," katanya.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang, Albert Kusbagio, mengatakan, gelombang laut setinggi empat meter lebih terjadi merata di sebagian besar perairan NTT. "Situasi ini akan berlangsung selama beberapa hari dan kami mengharapkan agar armada pelayaran mempertimbangkan secara matang keselamatan mereka," ujarnya.
Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|