|
Pemerintah Dinilai Tidak Serius Selesaikan Kelangkaan Minyak Goreng
Minggu, 19 Agustus 2007 | 14:31 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Tengah menilai pemerintah belum serius menangani kelangkaan minyak beberapa hari terakhir. "Seharusnya, pemerintah cepat menangani kenaikan harga minyak goreng sehingga tidak ada spekulan yang mengatur distribusi dan harga minyak," kata Wakil Ketua Komisi Perekonomian DPRD Jawa Tengah, Muhammad Haris, di Semarang, Ahad (19/8).
Harga minyak goreng di beberapa pasaran di Semarang naik. Di Pasar Peterongan dan Wonodri, Semarang, harga minyak goreng curah berkisar antara Rp 9.000 dan Rp 9.500 per liter.
Haris mengatakan, harga minyak goreng naik berdampak pada usaha menengah dan kecil di Jawa Tengah. "Sektor riil bisa terganggu, pedangan kecil, industri makanan kering, makanan ringan terpukul," kata Haris.
Haris mengakui harga minyak dunia memang naik, tapi, jika dilihat ketersediaan di produsen melimpah. Maka, ia merasa aneh ditemukan kelangkaan di daerah. "Mungkin ada penimbun," katanya.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini berharap dinas Perdagangan membentuk tim monitoring distribusi minyak goreng. Dinas harus bertindak tegas terhadap penimbunan.
Rofiuddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|