Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

200 Pengusaha Korban Gempa Demo Bank Indonesia
Kamis, 19 Juli 2007 | 14:00 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sedikitnya 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi korban gempa bumi 27 Mei 2006 di Yogyakarta dan sekitarnya, menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung Bank Indonesia Yogyakarta.

Mereka meminta agar perbankan tidak menyita aset jaminan karena pelaku UMKM tidak mampu mengangsur pinjaman. Para pelaku usaha itu menuntut adanya moratorium, yaitu penundaan kewajiban membayar, baik bunga, angsuran pokok maupun denda.

"Pelaku UMKM di Yogyakarta tidak punya niat untuk ngemplang utang. Namun dalam kondisi pelaku UMKM dihantam berbagai masalah setelah gempa bumi setahun lalu, kami belum mampu mengangsur. Kami minta diberikan kebijakan yang lebih progresif untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Ketua Forum UMKM Pasca Bencana Yogyakarta, Sukabiwata SH MH.

Menurut Sukabiwata, pelaku UMKM Yogyakarta hanya minta penundaan kewajiban membayar denda, angsuran dan bunga minimal tiga tahun. Dalam waktu tiga tahun itu, kata dia, pelaku UMKM diharapkan bisa melakukan konsolidasi kegiatan ekonomi, sehingga pada tahun keempat dapat membayar denda, bunga maupun angsuran kredit.

Sejak terjadi gempa bumi, kata Sukabiwata, banyak UMKM yang kolaps bahkan gulung tikar. Bank Indonesia, kata dia, sebenarnya telah mengeluarkan kebijakan tentang perlakuan khusus terhadap kredit pascabencana gempa bumi. Namun, prakteknya, kebijakan BI yang tertuang dalam Keputusan PBI Nomor 8/10PBI/2006 tidak seperti diharapkan.

"Sampai saat ini pihak perbankan dan lembaga keuangan lain tetap melakukan tekanan terhadap nasabah, khususnya pelaku UMKM. Mereka mengancam akan segera menyita aset-aset kami jika tidak segera membayar cicilan atau denda kredit. Bahkan beberapa aset kami, sudah ada yang disita. Ini sungguh tidak manusiawi," tegas Sukabiwata.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi DI Yogyakarta Syahbenol Hasibuan menyatakan jumlah UMKM yang tidak mampu membayar pinjaman mereka ke perbankan mencapai 376. Total pinjaman yang mengalami kredit macet dari pelaku UMKM mencapai Rp 320 miliar.

Syaiful Amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kredit Murah..., Kredit Murah!  | 27 Oktober 1998
Mana Restrukturisasi Kredit Usaha Menengah?  | 23 Maret 1999
Menanti Obat Kuat Baru  | 26 Juli 2004
Doktor Bakmi Waralaba | 29 November 2004
Dengan Limbah Merambah Usaha | 15 November 2004
Membesarkan Usaha Kecil | 01 November 2004
Fasilitas Tak Jelas Tuntas  | 18 Oktober 2004
Tampil Merdeka karena Distro  | 01 Desember 2003
Seperti Kapsul Pecah di Mulut  | 13 Oktober 2003
Bali Setelah Tragedi  | 13 Oktober 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Telkom Alokasikan Dana Untuk Usaha Kecil
Perajin Gerabah Kesulitan Bahan Baku
Perajin Bonggol Jati di Blora Kesulitan Bahan Baku
BNI Luncurkan Kredit Wirausaha
Bisnis Tanaman Hias Menjanjikan di Bekasi
Usaha Kecil dan Menengah di KLaten Terancam Gulung Tikar
5.112 UKM Bersaing Raih Penghargaan
41 Industri Kecil di Pangandaran Hancur
Biaya Konsultasi Bisnis Usaha Kecil Disubsidi
Kondisi Aliran Sungai Batanghari Kritis
> selengkapnya...

Referensi

Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan, Pengangguran Terus Bertambah
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah
UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
> selengkapnya...

Website

Depnakertrans
International Labour Organization
Asosiasi Pengusaha Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104014 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data