|
PT Askes Berutang, 48 Pasien Miskin Gagal Dioperasi
Selasa, 17 Juli 2007 | 17:03 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Sebanyak 48 pasien miskin, di antaranya menderita hernia dan mengidap tumor jinak, gagal menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, karena klaim rumah sakit ke PT Askes belum dibayar.
"Alasannya, klaim gakin (keluarga miskin) dari pemerintah belum terbayarkan," kata Kepala RSUD Kepanjen, Agus Wahyu Arifin, Selasa (17/7). Rumah sakit masih mempunyai piutang Januari-Juli 2007 sebesar Rp 3 miliar pada PT Askes.
Tiap bulan, kata Agus, besar klaimnya yang harus dibayar PT Askes khusus untuk pengobatan bagi keluarga miskin Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. Keterlambatan pembayaran menyebabkan tertundanya jadwal operasi bagi 48 pasien miskin dan mengganggu operasional rumah sakit karena tagihan jangka pendek tak bisa terbayar.
Pada tahun sebelumnya klaim biaya pengobatan bagi keluarga miskin dibayarkan tiap tiga bulan sekali sehingga bila ada penanganan yang harus dilakukan secara cepat, maka biaya pengobatan ditalangi dulu oleh rumah sakit. Namun, Agus menukas, kini pihaknya tidak mampu lagi menalangi biaya pengobatan, khususnya penanganan operasi bagi pasien miskin, menyusul keluarnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan yang mengurangi item sejumlah obat yang biasa diberikan kepada pasien dari keluarga miskin.
Sebelumnya, obat bagi keluarga miskin mencapai 600 item, namun sekarang dipangkas 50 persen menjadi 300 item. "Sejak keluarnya SK Menkes itu, obat-obat yang dulunya ada dan bisa digunakan untuk penanganan operasi kini tak ada lagi. Kami pun tak bisa menalangi obat-obat vital untuk sejumlah penyakit karena harganya cukup mahal, mencapai ratusan juta rupiah," kata Agus.
Pihak rumah sakit kini hanya memprioritaskan pengobatan bagi keluarga miskin yang sifatnya darurat. Pelayanan operasinya menggunakan dana internal RSUD berupa subsidi silang antarbagian sebesar Rp 50 juta per bulan. Ini merupakan pendapatan rutin. Subsidi diambil dari bagian lain, semisal dari unit laboratorium, radiologi, dan perawatan di ruang VIP.
Adapun penanganan yang bersifat terencana, ditunda hingga PT Askes membayar klaim pengobatan. Meski prihatin, tapi Agus optimistis karena PT Askes sudah berjanji akan melunasi piutang itu pada akhir Juli nanti.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupate Malang, Purnomo Anwar, meminta Pemerintah Kabupaten Malang untuk turun tangan membantu kesulitan RSUD Kepanjen. Pihak RSUD juga harus memberitahukan secara jelas dan terperinci mengenai semua kesulitan yang dihadapi. "Solusi yang paling masuk akal, ya, Pemkab Malang harus memberikan dana talangan dulu," kata Purnomo.
Abdi Purmono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|