|
Ribuan Korban Longsor di Cianjur Telantar
Senin, 30 April 2007 | 22:31 WIB
TEMPO Interaktif, Cianjur:Sedikitnya 2.220 warga di lima desa yang terkena bencana longsor di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur saat ini telantar.
Kondisi ini terjadi karena akses jalan menuju lokasi, baik dari ibu kota Kecamatan Cibinong maupun perbatasan Kabupaten Bandung, terputus timbunan longsor yang terjadi hari Sabtu (28/4) lalu.
Lambatnya penanganan membuat ribuan warga di Kalapanunggal, Cimaskara, Pamoyanan, Mekarwangi, dan Sukamekar terancam kelaparan. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menunggu bantuan datang," ujar Epi
Nulhakim, warga Desa Cimaskara saat dihubungi melalui telepon seluler, hari ini.
Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Cianjur Esih Sukaesih Karo mengatakan bantuan alat berat sudah sampai ke lokasi bencana. Selain itu, bantuan makanan pun sudah dikerahkan. "Tapi bantuan belum bisa sampai ke lokasi karena jalan masih terputus," ujarnya.
Adapun Sekretaris II Satkorlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Kuningan, Ence Hadiatrohanda, sekitar 270 rumah di Kabupaten Kuningan harus segera direlokasi karena terletak di daerah rawan longsor. Selain itu tanah di lokasi ini juga termasuk dalam zona kerentanan tanah sehingga bisa amblas, terutama di musim hujan seperti saat ini.
Di Bandung, banjir sempat mengusir warga di beberapa kecamatan termasuk Dayeuhkolot. Di Dayeuhkolot, sekitar 1.500 warga terpaksa sempat tinggal di pengungsian setelah banjir musiman kembali melanda Sabtu lalu. Namun
kemarin, sebagian warga sudah kembali ke rumahnya untuk membersihkan lumpur karena mulai surut. "Banjir masih ada. Ketinggiannya tinggal 50 centimeter sampai 1 meter," kata Sekretaris Camat Dayeuhkolot Eep Sarif
Hidayat.
DEDEN A. AZIZ| IVANSYAH | AHMAD FIKRI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|