Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Giliran Papernas Solo yang Dibubarkan Kelompok Islam
Minggu, 29 April 2007 | 15:33 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Puluhan massa Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Minggu (29/4) membubarkan paksa konferensi Partai Persatuan Rakyat Nasional (Papernas) Cabang Sukoharjo. Hal yang sama pernah dilakukan kelompok Islam di Jakarta.

Mereka memblokade pintu masuk ke lokasi konferensi di Rumah Gajah, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Anom, Sukoharjo. Seorang aparat intel kepolisian sempat digeledah identitasnya oleh massa FPI karena dituding sebagai provokator. "Kami punya bukti, Papernas itu PKI," kata Sekjen LUIS Khoirul Suparjo.

Massa LUIS yang mengenakan jubah dan sebagian menutupi kepala mereka dengan sorban itu meneriakkan takbiran. Mereka berdatangan dengan mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka. Papernas yang merasa sudah mengantongi ijin penyelenggaraan kegiatan berusaha bertahan di dalam ruangan. Namun karena jumlah peserta konferensi dengan massa yang hendak membubarkan lebih sedikit, sebagian dari mereka pun memilih meninggalkan tempat acara sebelum dimulai.

Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto, yang tengah berolahraga tenis, kemudian memfasilitasi kedua pihak untuk mencegah tindakan anarkis. Ketua Panitia Konferensi Papernas Cabang Sukoharjo, Onang Tiyoso mengalah untuk menghentikan kegiatannya namun dengan syarat seluruh massa FPI harus meninggalkan tempat kegiatan sebelum mereka membubarkan diri. "Secara formal, Papernas sebenarnya memang memiliki ijin kegiatan, tetapi demi suasana daerah agar tetap kondusif, Papernas saya minta membubarkan acara ini," kata bupati.

Khoirul mengatakan organisasinya akan terus memburu orang-orang Papernas yang ingin menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Menurut dia, berdasarkan AD/ART dan dokumen yang dia miliki tentang partai tersebut, Papernas adalah komunis. Dia menyebut program Tri Panji, perlindungan terhadap pelacur dan sebagainya merupakan sesuatu yang identik dengan PKI.

Sementara itu, Ketua DPW Papernas Jawa Tengah Kelik Ismunanto menyesalkan tindakan LUIS yang membubarkan kegiatannya tersebut. Menurut dia, apapun persepsi LUIS mengenai Papernas, mereka tidak memiliki kewenangan melarang atau membubarkan kegiatan mereka. "Partai kami terdaftar di Departemen Hukum dan HAM, kami akan ikut pemilu 2009 dan kegiatan kami juga sudah mendapatkan ijin dari kepolisian," kata Kelik seraya berjanji akan melakukan tindakan hukum terhadap LUIS.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Masa Bubarkan Paksa Kongres Papernas
Protes Massa Antikomunis

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk99016 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data