Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Waduk Jatiluhur Butuh Hujan Buatan
Kamis, 26 April 2007 | 14:53 WIB

TEMPO Interaktif, Purwakarta: Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat membutuhkan hujan buatan karena masih mengalami defisit air. Musim hujan tahun ini belum mampu menambah volume air sampai ke titik aman normal.

Tinggi muka air waduk pada Kamis (26/4) pagi baru mencapai 98,68 meter. "Tinggi muka air normalnya berada di level 102 meter," kata Achmad Gozali, Direktur Tehnik Perum Jasa Tirta II Jatiluhur di Purwakarta.

Menurut Gozali, tinggi muka air waduk serbaguna tersebut pada Kamis pagi baru mencapai level 98,64 meter. Namun begitu, penambahan volumenya sudah melampaui rencana yang diperkirakan pihak PJT II sebelumnya yakni setinggi 97,17 meter.

"Alhamdulillah curah hujan yang tinggi pada dua hari terakhir bisa menambah volume air waduk secara signifikan," kata Gozali. Selama dua hari itu volume air naik 40 centimeter, padahal sebelumnya kenaikannya hanya mencapai rata-rata dua centimeter.

Untuk menambah volume air hingga mencapai titik normal 102 meter, kata Gozali, memang diperlukan rekayasa alam melalui hujan buatan. Tapi, realisasi pelaksanaan hujan buatan tersebut tergantung pada Departemen Pekerjaan Umum atas permintaan Gubernur Jawa Barat. "Jawaban Menteri Pekerjaan Umum positif," tutur Gizali. Pada pekan depan akan mulai ada rapat pembahasan rencana hujan buatan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Jendam Gurusinga, Direktur Utama PJT II mengatakan, pelaksanaan hujan buatan yang paling efektif dilakukan pada akhir musim hujan atau akhir April atau Mei. Yang terlibat dalam proyek hujan buatan itu bukan saja Departemen PU tetapi juga Departemen Pertanian, Badan Meteorologi dan Geofisika serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sejauh ini, volume air waduk Jatiluhur yang dibutuhkan buat kepentingan mengairi 220 ribu hektare areal persawahan di Pantai Utara Jawa Barat, seperti Kabupaten Bekasi, Karawang Subang dan sebagian Indramayu, pada musim gadu tidak terlalu banyak. "Sebab,masih bisa diatasi sumber-sumber air setempat," Gozali menjelaskan. NANANG SUTISNA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Meminta Hujan Memadamkan Api  | 16 Juni 2003
Ancaman Hujan Kesasar Ancaman Hujan Buatan | 19 September 1981
Menabur garam memetik hujan | 15 Oktober 1983
Alat pengukur curah hujan | 12 Pebruari 1983
Penghancur Hujan Dari Semanggi | 13 Mei 1989
Pt sinkar tidak minta bayaran | 23 November 1991
Menyemai awan, menuai hujan | 09 November 1991
Silang kata demi hujan | 12 Oktober 1991
Hujan Buatan Untuk Riam Kanan | 12 Desember 1992


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jakarta Pagi Ini Mendung, Siang Kemungkinan Hujan
Jasa Tirta Buat Hujan Buatan untuk Isi Waduk
Surabaya Hujan Es
Lapak yang Ditinggal Mudik Dibongkar
Pasien Diduga Flu Burung Meninggal
Belasan Pohon Tumbang Diterpa Hujan Angin
BMG Tidak Dapat Meramal Terjadinya Hujan Es
Depkimpraswil Siapkan Dana Rp.50 Miliar untuk Hujan Buatan
Perum Jasa Tirta II Siapkan Hujan Buatan
Pemerintah Lakukan Hujan Buatan di Jawa
> selengkapnya...

Website

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk98845 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data