|
Warga Kediri Menghalangi Upaya Evakuasi Arca Purbakala
Minggu, 18 Pebruari 2007 | 16:41 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Enam arca purbakala yang ditemukan di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, gagal dievakuasi tim UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang berpusat di Trowulan, Mojokerto. Kegagalan itu disebabkan ratusan warga menghalang-halangi petugas yang akan membawa enam arca itu untuk diteliti lebih lanjut.
Lamiran, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Tondowongso menjelaskan, upaya warga menghalang-halangi petugas karena mereka takut arca-arca itu ditukar dengan arca tiruan (palsu). Selain itu karena setelah terjadi penemuan, banyak warga yang berjualan mekanan dan minuman serta membuka jasa parkir untuk pengunjung.
"Kami tidak bermaksud menghalangi petugas. Kami hanya khawatir arca-arca itu ditukar arca palsu," kata Lamiran, Minggu (18/2).
Menurut Kepala Desa Gayam, Windu Setyanugraha, insiden penolakan warga terjadi pada Jum'at (16/2), ketika tim BP3, Trowulan, Mojokerto hendak membawa tiga dari enam arca yang ditemukan warga. Namun setelah dilakukan musyawarah, warga hanya menyetujui tima membawa sebuah arca, yaitu arca Dewa Brahma dengan catatan tim membuat surat pernyataan akan mengembalikan arca tersebut setelah dua minggu.
"Jika tim BP3 ingin mengambil arca lagi untuk diteliti, arca Dewa Brahma harus dikembalikan dulu. Kesepakatan ini disetujui warga dan tim PB3," kata Windu Setyanugraha.
Menurut warga, sikap warga yang menolak arca-arca itu dibawa ke luar dusun karena pertimbangan ekonomi. Pasalnya, setelah arca Dewa Brahma ditemukan warga sebulan lalu di kawasan penggalian tanah urug, banyak masyarakat berduyun-duyun ke dusun Tondowongso. Hal itu membuat banyak warga dusun yang berjualan makanan dan minuman di sekitar lokasi penemuan arca. Selain itu juga banyak pemuda yang membuka tempat parkir untuk pengunjung.
"Bayangkan saja, jika arca itu dibawa pergi, rejeki kami jadi hilang musnah," kata Lamiran, salah seorang tokoh masyarakat.
Setelah penemuan arca Dewa Brahma sebulan lalu, selanjutnya ditemukan lima arca yang lain, yaitu arca Lembu Andini, arca Dewi Durga Mahesa Sura Madini, arca Yoni serta dua arca Dewa Syiwa yang belum diketahui perwujudannya sebagai apa.
Prapto Saptono, Kepala Seksi Pelestarian dan Pemnafaatan BP3, Trowulan, Mojokerto mengakui, pihaknya hanya membawa arca Dewa Brahma untuk diteliti. Setelah dua minggu dilakukan penelitian, arca itu akan dikembalikan ke Dusun Tondowongso.
"Setelah mengembalikan yang satu, kami akan membawa satau lagi untuk diteliti, begitu seterusnya," kata Prapto Saptono.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|