Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani yang Kebanjiran Dapat Kompensasi
Minggu, 11 Pebruari 2007 | 14:47 WIB

TEMPO Interaktif, Sukoharjo:Petani yang lahannya terkena bencana banjir akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Departemen Pertanian akan menggunakan dana tanggap darurat bencana yang saat ini masih ada sebesar Rp 50 miliar. Ganti rugi berupa kompensasi karena tanaman pangannya terkena puso tersebut berupa pupuk dan benih.

"Pemerintah Daerah yang terkena banjir sesegera mungkin meminta bantuan ke pusat karena kita ada dana tanggap darurat yang bisa digunakan untuk mengganti benih," kata Menteri Pertanian Anton Aprianto saat menyerahkan bantuan kendaraan operasional bagi penyuluh pertanian lapangan di Desa Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (11/2).

Anton mengatakan data yang dimiliki Departemen Pertanian sampai 6 Februari telah terdapat 35 ribu hektar tanaman pangan yang mengalami puso akibat bencana. Daerah terluas yang terkena puso adalah Propinsi Nangro Aceh Darussalam. "Tapi jumlah itu masih lebih sedikit dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Menurut Anton, meski terjadi bencana di berbagai daerah dan membuat puluhan ribu areal tanaman puso namun hal itu tidak akan mempengaruhi produksi beras secara nasional. Dia mengatakan sebagaimana kekeringan, kebanjiran juga sudah diperhitungkan."Banjir yang sekarang itu lebih rendah daripada tahun lalu" kata dia.

Imron Rosyid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bupati Ajukan Syarat Untuk Sodetan Ciliwung- Cisadane
Menteri: Banjir Bukan Ancaman Gagal Panen
Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Bencana
Depok Berhasil Kumpulkan Rp 56 Juta
Proyek Banjir Kanal Harus Disertai Perbaikan Kawasan Hulu
Korban Tewas Banjir Mencapai 67 Orang
Presiden Perintahkan Tambah Dana Bencana
Departemen Keuangan Belum Terima Permintaan Dana Banjir
Besok DKI Bersih-Bersih Lumpur
Sebanyak 7.340 Orang Meninggal Akibat Bencana Sepanjang 2006
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk92938 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data