Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jalan Tol Bandar Udara Juanda Terhambat Pembebasan Tanah
Kamis, 25 Januari 2007 | 11:05 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Pembangunan jalan tol menghubungkan Waru-Bandar Udara Juanda Surabaya terhambat pembebasan tanah. Jika proses pembebasan lahan bisa dirampungkan Februari ini jalan bebas hambatan itu akan beroperasi Juni 2007 ini.

Sebelumnya, pembangunan jalan tol ini dijadwalkan rampung Juni 2006 lalu. Namun, kini terhenti akibat pembebasan tanah belum kelar. Jalan tol tersebut sebagian sudah rampung dibangun.

Menurut Direktur Teknik dan Operasi PT Citra Margatama Surabaya Hengki Hermanto, pembebasan tanah terganjal masalah harga, perluasan, pajak dan warga yang meminta agar tanah sisanya dibeli. "Sebenarnya ini wewenang pemerintah," katanya hari ini di Surabaya.

Ia mengatakan, akibat molornya pembebasan lahan, Citra Margatama mengubah desain jalan tol yang semula menggunakan tiang pancang menjadi timbunan. Ini konsekuensi pembangunan tol tidak bisa dilakukan serentak, tapi harus bertahap. Pembangunan konstruksi tol menelan biaya Rp 800 miliar.

Proses pembangunannya dirancang menjadi empat tahap. Tahap pertama yang sudah diselesaikan yaitu pintu masuk tol di Dukuh Menanggal sepanjang 1,7 kilometer.
Tahap dua untuk ruas 3,7 kilometer antara Dukuh Menanggal-Brebek Surabaya Industrial Estate Rungkut sepanjang 1,95 kilometer. Lahannya telah membebaskan sekitar 92 persen dan pengerjaan fisik mencapai 16 persen.

Tahap tiga ruas Brebek-Tambak Sumur sepanjang 3 kilometer juga pembebasannya mencapai 92 persen dan pembangunan fisik 26 persen. Sedang untuk tahap empat antara Tambak Sumur-Bandara Juanda sepanjang 4,5 kilometer. Lahan yang dibebaskan membebaskan sudah 90 persen dan pembangunan fisik baru berlangsung 3 persen.

Pembangunan tol Waru-Juanda akan memperlancar arus lalu lintas dari dalam kota Surabaya ke bandara yang belum dilengkapi fasilitas jalan tol. Untuk menjangkau terminal baru Bandara Juanda, penumpang pesawat dari dalam kota Surabaya setelah keluar dari pintu tol Waru harus melintas jalan biasa.

Jalan itu sering macet di titik bundaran Waru hingga bundaran Aloha Sidoarjo. Sedang jalur alternatif melewati Rungkut dan Wadung Asri juga terkendala kemacetan di sejumlah titik.

Sunudyantoro

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Kakapnya Tak ke Pengadilan  | 31 Mei 1999
Hambatan di Jalan Bebas Hambatan | 29 November 2004
Jalan Panjang Berujung Bengkalai | 29 November 2004
Memacu Ambisi Bebas Hambatan | 29 November 2004
Surat Pembaca | 22 September 2003
Aturan Baru Jalan Tol | 27 September 2004
Tarif Naik, Macet Tetap  | 16 Juni 2003
Tarif Tol Naik  | 05 Januari 2004
Ancaman Pengelola Jalan Tol  | 10 Maret 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Garap Sendiri Tol Medan - Kuala Namu
Dana Pembebasan Tanah Belum Cair
Panitia Tol Cinere-Jagorawi Inventarisasi Tanah Warga
Pematokan Tol Cinere- Jagorawi Dimulai
Investor Malaysia Danai Tol Cibitung-Cilincing
Balikpapan Berlakukan Tarif Listrik Regional
Hari ini Calon Gubernur Banten Mulai Kampanye
Warga Serahkan Senjata Apinya ke Polisi
Operator Jalan Tol Wajib Hijaukan Kawasan
Tempat Istirahat Mengurangi Kecelakaan di Tol
> selengkapnya...

Referensi

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan
Pasak Bumi Menahan Amblas

Website

PT Jasa Marga

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk91918 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data