Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Berita terkait selengkapnya
Pengurusan Haji (06 April 1999)
Rimba Dana Abadi (02 Maret 1999)
Sudah Mahal, Dipalak Pula (02 Maret 1999)
Tabung Sepuluh Ringgit (02 Maret 1999)
Haji Incorporated: Bisnis, Kolusi, dan Manipulasi (02 Maret 1999)
Berhaji Mahal tanpa Rasa Kesal (02 Maret 1999)
Kloter Khusus ke Tanah Suci (09 Pebruari 1999)
Hapuskan Monopoli Haji (12 Januari 1999)
?Semua Orang Memiliki Kepentingan? (01 Desember 2003)
Surat Pembaca(19 April 2004)
Terlalu Banyak Lubang Korupsi (10 Pebruari 2003)
Alhamdulillah, ONH Turun (16 Juni 2003)
Cerita Tersisa Haji Hamzah (12 Mei 2003)
Penyakit Haji dan Hajah Baru (24 Maret 2003)
Haji(03 Maret 2003)
Banyak Jalan Gratis ke Mekah (10 Pebruari 2003)
Hiruk-pikuk Haji Hamzah (10 Pebruari 2003)
Penumpang Gelap di Kafilah Hamzah (10 Pebruari 2003)
Dipagari Fatwa Ulama (21 Oktober 2002)
Haji Aji Mumpung(25 Pebruari 2002)
Sejemput Garam Ke Tanah Suci(08 Oktober 1977)
"Pungli" Peraturan Ganjil, DKI(01 Oktober 1977)
Utusan Itu "Tak Resmi"(20 November 1976)
Musim Haji Sulit(20 November 1976)
Setelah Jumlah Jamaah Anjlok(20 November 1976)
Kembali Saja Pada Syekh(03 Januari 1976)
Anggrek Dan Jemaah Haji(03 Januari 1976)
Kisah Haji-Haji Urung(06 September 1975)
Hilang Di Puncak Adam(14 Desember 1974)
Sayangnya, Saya Belum Melihat Mekah(13 Maret 1971)
Faskim dan bisnis Ja'far(10 November 1979)
Pemandangan Baru Di Pesawat Haji(12 September 1981)
Itu jamaah demonstran iran(02 Oktober 1982)
Yang murah, yang terlantar(03 Desember 1983)
Naik, naik, haji akbar(16 April 1983)
ONH gaya baru, harga baru(10 Maret 1984)
Umrah Ditata, Haji Kena(21 Januari 1984)
Haji bintang lima(20 September 1986)
Haji Medan Dan Istana Plaza(19 Juli 1986)
Menunaikan ibadah haji(29 Agustus 1987)
Politik di rumah allah(15 Agustus 1987)
Tak mungkin membakar Ka'bah(15 Agustus 1987)
Memperebuntukan dua kota haram(15 Agustus 1987)
Mengirim marah ke Mekah(15 Agustus 1987)
Jumat berdarah di Mekah(08 Agustus 1987)
Liputan Budiman SH dan M Baharun(08 Agustus 1987)
Ke makam bertakbir(22 Agustus 1987)
Indikator(09 Mei 1987)
Terbang dengan jadwal ketat(08 Juli 1989)
Umrah terkepung dlm bulan ramadhan(22 April 1989)
Meributkan hari wukuf(04 Agustus 1990)
Setelah munawir mencium hajar aswad(04 Agustus 1990)
Mengapa para syuhada sudah ...(21 Juli 1990)
Asuransi, setelah al muaisim(21 Juli 1990)
Insiden mina: masalah skenario(14 Juli 1990)
Setetes air yang jatuh ke lautan(14 Juli 1990)
Perjalanan menempuh maut(14 Juli 1990)
Kemudahan bagi tamu-tamu allah(14 Juli 1990)
Yang masih hilang(14 Juli 1990)
Di al-muaisim, allah memanggilnya kami datang, ya allah(14 Juli 1990)
Labbaika(14 Juli 1990)
Naik haji(14 Juli 1990)
Mengamankan jalan haji(23 Juni 1990)
Rekor baru yang merepotkan(19 Mei 1990)
Plus-Minus Haji Leasing(19 Mei 1990)
Muktamar saudara topi putih(31 Maret 1990)
Taman haji(08 September 1990)
Wahabi,emosi, dan tradisi(28 Juli 1990)
Mungkinkah diversifikasi haji(28 Juli 1990)
( )
Anyir di arafah dan lalat di mina(28 Juli 1990)
Anyir di arafah dan lalat di mina(28 Juli 1990)
Mereka (28 Juli 1990)
Jejak-jejak di al-muaisim mencari jawaban dari al-muaisim(28 Juli 1990)
Mencari jawaban dari al-muaisim(28 Juli 1990)
Pasukan abrahah dan arab tanpa ain(28 Juli 1990)
Junisa alatas bukan anisa alatas(28 Juli 1990)
Tabungan dengan niat(07 Juli 1990)
Setelah Semalam Di Tarhil(26 Mei 1990)
Setelah Semalam Di Tarhil(26 Mei 1990)
Hari h bagi jemaah haji(21 September 1991)
Ibadah haji: tak perlu ditangguhkan(16 Maret 1991)
Di sini juga ikut gerah(02 Pebruari 1991)
Angka 9-6 dan saat wukuf(14 September 1991)
Saran untuk pelayanan haji(11 Mei 1991)
Kesempatan jadi haji akbar(09 Maret 1991)
Soal ibadah haji dalam perang teluk(16 Pebruari 1991)
Uang Setoran ONH Belum Dikembalikan(19 September 1992)
ONH Dan Kuota ONH Plus(10 Oktober 1992)
Onh 1994: Rp 6,9 juta(04 September 1993)
Hindari sengatan matahari(09 April 1994)
Ke mekah bukan untuk mati(04 Juni 1994)
Sisa ONH: Rp 3 miliar(29 Januari 1994)
Mengungkap mahalnya onh kita(29 Januari 1994)
Di balik paspor hijau(18 Juni 1994)
Simalakama Menteri Agama(07 Mei 1994)
Meriuhkan pas tamu Allah(07 Mei 1994)
Umrah objek tipu(26 Maret 1994)
Oh, nasib paspor hijau(14 Mei 1994)


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Manajerial Penyelenggaraan Haji Payah
DPR Minta Presiden Berikan Sanksi Pada Menteri Agama
Anna Subkontrakkan Katering Haji Pada Perusahaan Lain
Megawati Dicalonkan Tanpa Pendamping
Relawan Pencari Adam Air Kehabisan Bekal
Tim Pencari Adam Air Mulai Kecapekan
Komite Transportasi Akan Periksa Manajemen Adam Air
Megawati: Menteri Perhubungan Mestinya Mundur
Masalah Haji Permalukan Indonesia
Kapal dari Pelabuhan Tanjung Emas Mulai Berlayar
> selengkapnya...

Referensi

Keppres No. 49/2004 tentang Biaya Penyelenggaraan Haji 2005
Keppres No. 22/2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat

Website

Departemen Agama

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk91678 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data