|
Jatah Makan Korban Lumpur Lapindo Berbelatung
Rabu, 17 Januari 2007 | 20:55 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Jatah makan konban lumpur panas Lapindo Brantas selain sering basi juga berbelatung. Makanan yang dikemas dalam bungkusan kertas ketika dibukan dan hendak dimakan, tampak belatung yang bergerak-gerak.
“Kami menjumpai belatung saat makan pagi dan makan siang," kata Mahmudah, salah seorang pengungsi di pasar baru Porong. Sebanyak 13.837 korban lumpur kini mengungsi di pasar itu.
Heboh belatung membuat warga mendatangi posko bantuan yang berada di sekitar pasar. Mereka ramai-ramai menyerahkan kembali nasi bungkusan yang belum sempat dimakan karena jijik.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Hisjam Rosidi, heran dengan munculnya belatung sebesar puntung rokok di dalam nasi bungkus. “Dari mana datangnya belatung itu. jangan-jangan ada yang sengaja menaruh," katanya menduga.
Hisjam menjelaskan, akan mengubah pola pemberian jatah makan kepada pengungsi yang semula diserahkan kepada perusahaan katering diganti dengan memberi uang tunai kepada warga.
Dihubungi terpisah, juru bicara PT Lapindo Brantas Inc Yuniwati Teriyana, mengatakan belum bisa memastikan apakah akan mengubah sistem pemberian makanan diganti dengan uang tunai. “Kalau akan diubah kami harus melakukan penghitungan dahulu. Yang pasti kami sangat menyesalkan adanya kejadian ini,” ujarnya.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|