|
Bendungan Senilai Rp 3,4 di Kediri Jebol
Jum'at, 15 Desember 2006 | 16:26 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:
Karena terhempas hujan deras, bendungan Pagung di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hancur. Puluhan hektare sawah terendam air hingga setengah meter akibat luapan air bendungan. Bendungan senilai Rp 3,4 miliar itu baru selesai dibangun enam bulan lalu.
"Hancurnya bendungan karena tergerus hujan deras sejak Kamis lalu,” kata Kirno, salah seorang warga Desa Joho kepada Tempo di Kediri pada Jumat (15/12). Dia khawatir luapan air menggenangi rumah penduduk karena sampai sekarang tidak ada penanganan sama sekali. Warga berharap pemerintah cepat bertindak.
Di tengah kesusahan warga, Pemerintah Kabupaten Kediri dan Perum Jasa Tirta justru saling melempar persoalan atas hancurnya bendungan itu. Pemerintah Kabupaten Kediri menilai Jasa Tirta harus bertangungjawab. Alasannya pembangunan bendungan merupakan tanggung jawab mereka. “Jadi bukan pemerintah yang bertanggungjawab,” kata Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Kediri Effendi.
Tapi, Perum Jasa Tirta menolak jika tanggungjawab bendungan harus mereka pikul. Alasannya Jasa Tirta belum menerima laporan hancurnya bendungan Pagung. "Yang jelas bendungan itu memang milik kami, tapi kami belum menerima laporan," kata Kepala Sub Divisi Perum Jasa Tirta Kediri Rizaldi Djafrano.
Pemilik CV Kharisma Bina Konstruksi, Syaiful Bahri menyatakan siap bertanggungjawab karena menjadi pelaksana pembangunan bendungan. Alasannya bangunan itu masih dalam masa garansi. “Kami akan memperbaiki kerusakan karena masih ada garansinya,” kata Syaiful Bahri. dwidjo u maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|