|
Massa Bubarkan Pemutaran Film PKI
Selasa, 12 Desember 2006 | 20:51 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Sekitar 150 orang mengatasnamakan Front Antikomunis mendatangi Balai Pemuda Surabaya tempat digelarnya peringatan hari hak asasi manusia dan trafficking oleh Pusat Studi HAM Universitas Airlangga, Selasa.
Mereka berorasi di halaman Balai Pemuda dan mendesak panitia tidak memutar film berjudul Shadow Play yang dianggap berbau ajaran komunisme. Massa mengancam akan membubarkan acara jika permintaannya tidak dipenuhi.
Acara pusat studi HAM memang berencana memutar lima buah film yang dilanjutkan dengan diskusi tentang hak asasi manusia. Salah satu film yang hendak diputar adalah Shadow Play. Film ini mengisahkan tragedi G 30 S/ PKI 1965.
Karena situasi makin memanas, Kepala Kepolisian Sektor
Genteng, Ajun Komisaris Edi Widodo, dan anak buahnya
mempertemukan perwakilan pengunjuk rasa dengan panitia acara.
Dalam pertemuan yang berjalan alot itu akhirnya panitia yang diwakili Agus Prasmono bersedia menuruti desakan Front Antikomunis untuk tidak memutar Shadow Play. Namun, empat film lainnya tetap diputar dan acara lainnya tetap dilanjutkan.
Pengunjukrasa menerima kesepakatan tersebut dan
berangsur-angsur membubarkan diri. Menurut Zaenal,
pihaknya tidak mempermasalahkan acara peringatan HAM
asalkan tidak disertai dengan pemutaran film berbau
PKI. "Kami tidak ingin faham komunis bangkit lagi,"
kata Zaenal.
Kukuh S Wibowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|