|
Produksi Susu Tak Mampu Penuhi Permintaan
Senin, 17 April 2006 | 15:55 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Produksi susu di Jawa Timur belum mampu mencukupi kebutuhan industri pengolah susu. Penyebabnya, selain karena meningkatkanya permintaan juga akibat dari produktifitas susu perah yang rendah. "Rata-rata masih 7,5 liter per hari," kata Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Timur, Sulistianto, Senin siang.
Produksi susu di wilayah ini mencapai 600 ton per hari. Dari jumlah itu 410 ton dijual ke PT Nestle, 40 ton ke PT Imdi di Pandaan, 21 ton ke Industri Pengolah Susu di Jakarta, 10 ton ke GKSI Jawa Tengah, 30 ton ke PT Greefiled, dan sisanya diproduksi sendiri oleh koperasi.
Jumlah itu dihasilkan oleh sekitar 130 ribu ekor sapi.
Menurut Sulistianto, saat ini PT Nestle meminta tambahan sebanyak 140 ton setiap harinya. Sedangkan PT Imdi meminta tambahan sebanyak 10 ton, PT Greenfiled Malang meminta sebanyak 20 ton, dan Pusat Koperasi Industri Susu Sekar Tanjung Pasuruan meminta tambahan sebanyak 30 ton.
Secara keseluruhan, katanya, permintaan susu mencapai 725 ton per hari. Adapun harga rata-rata susu per liter mencapai Rp 2.200. Untuk memenuhi pesanan, peternak diminta meningkatkan produktifitasnya.
Staf Agroservis PT Nestle Indonesia Pasuruan, Pari Atmoko, mengakui jika perusahaannya meminta tambahan pasokan susu. "Penjualan susu produksi PT Nestle meningkat," katanya pada acara yang sama.
Pari Atmoko menjelaskan permintaan tambahan sudah dilakukan sejak Februari lalu. Namun, hingga kini belum bisa memenuhinya. Untuk menutup kekurangan tersebut, PT Netsle terpaksa mencukupinya dengan menambah jatah impor.
Bibin Bintariadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|