|
Jawa Tengah
Muslimah Solo Unjuk Rasa Anti Pornografi
Sabtu, 07 Mei 2005 | 12:52 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Sekitar 3.000 massa yang menamakan diri Wanita Muslimah Kota Solo (WMKS) melakukan aksi turun jalan, menolak dan mengecam pornografi dan pornoaksi, Sabtu (7/5). Dalam aksi ini mereka juga mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera membuat dan mengesahkan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi. Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault juag terlihat dalam aksi ini.
Massa dari berbagai elemen ini menggelar aksinya di Lapangan Kota Barat kemudian disusul dengan pawai menuju Alun-alun Utara Keraton Solo, menyusuri jalan Jl Slamet Riyadi sepanjang sekitar 4 kilometer.
Di Lapangan Kota Barat, pengunjuk rasa melakukan orasi secara bergantian. Adhiyaksa tak mau ketinggalan. “Untuk menghilangkan pornografi dan pornoaksi dibutuhkan tindakan yang komprehensif, integral, konsisten dan melibatkan semua komponen masyarakat,” ujar Adhyaksa.
Dia juga menambahkan kalau pemerintah sangat serius untuk memerangi pornografi dan pornoaksi. Ia mengatakan, ada tujuh lembaga/departeman pemerintah yang melakukan kerjasama untuk menyusun dan menggagas strategi memerangi pronografi tersebut, di antaranya Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Pariwisata, Departemen Agama dan beberapa departemen lain.
Pada Juni mendatang, kata Menpora, juga akan dideklarasikan Gerakan Nasional Keluarga Bersih dari Pornoaksi dan Pornografi. Gerakan ini melibatkan semua eleman masyarakat dan elemen agama.
Dalam aksi tersebut, Wanita Muslimah Kota Solo juga menyampaikan pernyataan sikapnya yang berisi mendukung sikap Presiden yang tidak akan mentolerir pornografi dan pornoaksi.
Mereka juga menghimbau kepada media massa untuk tidak memproduksi dan menayangkan gambar-gambar dan tayangan pornografi dan pornoaksi. Mereka juga mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku-pelaku pornoaksi dan pornografi, serrta mendesak pemerintah dan DPR segera membuat dan mengesahkan UU anti Pornografi dan pornoaksi.
Berbagai spanduk dan poster yang diusung massa berisi kecaman dan penolakan terhadap pornografi, seperti ‘Tutup Auratmu Sebelum Putus Uratmu’, ‘Aurat Wanita Bukan Untuk Tontonan’, ‘Penjarakan Perusak Mental dan Moral Generasi Bangsa’.
Anas Syahirul
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|