Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Madura

Akibat Gempa, Ribuan Warga Garut Mengungsi
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 21:26 WIB

TEMPO Interaktif, Garut:Ribuan warga dari lima desa di Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini masih mengungsi setelah daerahnya diguncang gempa berkekuatan 5,2 pada skala Richter. Gempa yang terjadi Rabu sore itu membuat ribuan rumah di wilayah itu rusak berat.

Warga memilih keluar dari desa masing-masing menuju daerah yang lebih aman. Sanak saudara yang tidak terkena gempa menjadi prioritas utama tujuan mereka. Rombongan mobil pribadi ataupun sewa hilir-mudik mengangkut masyarakat yang ingin segera meninggalkan tempat mereka. Truk-truk menjadi kendaraan utama karena mampu membawa banyak penumpang serta barang bawaan mereka.

Menurut Saadah, warga Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, kepanikan mulai terjadi ketika terjadi gempa susulan. Saat gempa pertama terjadi, warga yang merasakan adanya guncangan sangat keras spontan berhamburan keluar rumah. Belum sempat masuk ke rumah lagi, kata dia, terjadi gempa susulan yang membuat panik masyarakat.

Dari pos pantauan di Kecamatan Pasirwangi, terdapat lima desa yang sangat parah terkena gempa, yakni Desa Pasirwangi, Karyamekar, Padaawas, Barusari, dan Sarimukti. Data di Posko Bantuan Bencana Gempa di Padaawas menyebutkan, 2.963 rumah roboh dan rusak di lima desa tersebut. Selain itu, gempa juga merusak 324 rumah di Desa Cisarua, Kecamatan Samarang.

Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan yang kemarin mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Padaawas menyarankan agar warga Pasirwangi dan Samarang tetap waspada dan tetap tinggal di tenda-tenda penampungan. "Paling tidak selama seminggu hingga dua minggu dulu," katanya di Garut kemarin. Namun, pihaknya tak akan melarang jika ada warga yang ingin kembali ke rumahnya sendiri.

Karena seringnya mengalami bencana, kata Danny, Kabupaten Garut perlu membuat ulang peta lokasi-lokasi rawan bencana, terutama gempa bumi. Ia mengatakan, pemerintah provinsi juga akan mengirimkan tim khusus yang di antaranya beranggotakan petugas dari Badan Meteorologi dan Geofisika Bandung.

Pada kesempatan yang sama, Danny juga menjanjikan kepada warga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberi pengarahan mengenai pembangunan rumah. Ini, kata dia, harus disesuaikan dengan standar pembangunan khusus lokasi rawan gempa. (Rambat Eko)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Perumahan BMP yang longsor akibat aliran kali Kreo yang dibelokan oleh pengelola lapangan golf Manyamar, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Arief A. Kuswardono; R1A/235/2001; 20010330]. Tumpukan bantuan untuk korban gempa bumi diturunkan dari helikopter di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/456/1993; 20021002].
Bantuan Korban Gempa Bumi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puluhan Ruas Jalan Nyaris Putus
Kota Palu Diguncang Gempa Susulan
Pasca Gempa, Siswa SD di Donggala Belajar di Tenda
Gempa Guncang Mataram dan Garut
Gempa 5,2 Richter di Kabupaten Bandung
Nasib 70 KK Warga Donggala Belum Diketahui
Warga Nabire Telah Kembali
Gempa 5,2 SR Melanda Padang Sidempuan
Pemerintah Turunkan Bantuan untuk Palu
Kapolda Sulteng Himbau Warga Kembali ke Rumah Pasca Gempa
> selengkapnya...


Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data