Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Madura

Saluran Irigasi 9 Kilometer di Cianjur Tak Berfungsi
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 04:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Saluran irigasi teknis sepanjang 9 kilometer di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak berfungsi karena longsor. Akibatnya, ratusan hektare sawah terancam kekeringan. Warga pun mendatangi DPRD Kabupaten Cianjur untuk mengadukan masalah tersebut.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cianjur, Bambang Sukirman, mengatakan, tidak berfungsinya saluran sepanjang 9 kilometer itu karena tersumbatnya aliran air oleh longsor.

Bambang membantah bahwa pembangunan irigasi senilai Rp 5 miliar yang membentang sepanjang 23 kilometer tersebut tidak dikerjakan sebagaimana mestinya. "Pengerjaan fisik saya jamin sudah sesuai dengan rencana semula, tapi ada saluran yang tersumbat akibat longsor yang terjadi sebulan terakhir, dan itu termasuk bencana alam," ujar Bambang, Selasa (1/2).

Ia menjelaskan, dari total 23 kilometer, 14 kilometer saluran berfungsi dengan baik. Sisanya tidak berfungsi karena tertimbun longsor. Areal pesawahan yang terairi saluran irigasi Babancong dari Sungai Cibeber tersebut hingga kini seluas 674 hektare dari total 1.114 hektare. "Sisanya belum terairi karena tersumbat longsoran itu," ujar Bambang.

Bambang berjanji akan melakukan pemeliharaan saluran yang tersumbat tersebut. "Kita menunggu anggaran dari APBD 2005, sekitar satu-dua minggu kita selesaikan."

Senin (31/1) lalu, puluhan warga yang tergabung dalam Komisi Masyarakat Sukagalih untuk Keadilan, Solidaritas Mahasiswa untuk Sukagalih, dan Lembaga Kajian Kebijakan Publik mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka menuntut DPRD minta pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Cianjur dan para pelaksana proyek irigasi Babancong di Kecamatan Takokak.

"Proyek irigasi Babancong yang menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar ini hanya bisa mengairi 48 hektare dari target sekitar 1.113,84 hektare," ujar Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Publik Abdul Kholik. Deden Abdul Aziz

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tambak ikan yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717]. Sungai kecil yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717].
Pencemaran Limbah Mobil Oil
Pencemaran Limbah Mobil Oil
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tetap Berlakukan Undang-Undang Sumber Daya Air
Pemkot Jaktim Perbaiki Saluran di Pekayon
Relawan Denmark Suling Air Bersih untuk Pengungsi
Relawan BEM UI Bersitegang dengan Tentara Australia di Aceh
Jakarta Pusat Siagakan Aparatnya Hadapi Banjir
Tarif Air di Tangerang Akan Naik Hingga 30 Persen
1.785 Prajurit Siliwangi di Aceh Belum Diketahui Nasibnya
Petani Klaten Minta Pabrik Aqua Ditutup
Uji Materi UU Air Ditunda Sampai Tahun Depan
Thames Pam Jaya Curang, Didenda Rp 1 miliar
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Kepres RI No. 83 Thn.2002 Tentang Perubahan Atas Kepres No. 123 Thn.2001 Tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air
> selengkapnya...

Website

Berita Bumi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data