|
Jawa Tengah
Seratusan Kelurahan di Semarang Endemis DB
Kamis, 27 Januari 2005 | 17:16 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di Kota Semarang diperkirakan akan terus bertambah. Peningkatan itu disebabkan karena sebagian besar kelurahan di kota itu endemis DB. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Hadi Wibowo, Kepada Tempo menjelaskan bahwa dari 177 kelurahan yang ada di Kota Semarang, 117 diantaranya adalah endemis DB. Dari jumlah tersebut, 80 diantaranya masuk kategori endemis berat. "Masalah DB di Kota Semarang Ini cukup serius. 117 kelurahan adalah endemis, 80 diantaranya endemis berat," kata Hadi, Kamis (27/1).
Beberapa kelurahan yang endemis itu terletak di wilayah kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat dan Semarang Timur.Dari pantauan Tempo, hampir semua rumah sakit yang ada di Kota Semarang merawat penderita DB sepanjang Januari ini. Rumah Sakit Roemani misalnya, sepanjang bulan ini merawat 16 pasien DB, sedangkan SRUD Kariadi merawat 18 pasien. Belum ada catatan korban yang sampai meningal dunia.
Hadi Wibowo memperkirakan, sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pasien yang disebabkan gigitan nyamuk aides aigepty tersebut akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada bulan Februari-April. "Februari-April adalah masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Pada masa peralihan itu biasanya masa puncak penderita DB," ujar Hadi.
Guna mengantisipasi berjangkitnya DB secara meluas, saat ini Dinas Kesehatan Kota melakukan fogging (pengasapan) secara teratur guna mmemberantas bibit-bibit ngamuk. Kegiatan dan kampanye 3M (menguras bak mandi, menutup bakiak dan mengubur barang bekas) kepada masyarakat terus digalakkan.
Sohirin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|