|
Nusa
Mahasiswa Demo Tolak Buka Rekening di Bank Mualamat
Rabu, 19 Januari 2005 | 14:41 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Sekitar 1.500 mahasiswa STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/1) melakukan demonstrasi menolak kebijakan kampus tentang keharusan membuka rekening tabungan di Bank Muamalat. Para mahasiswa menilai kebijakan itu bersifat memaksa dan otoriter. Selain itu sebagai bagian dari civitas akademika STAIN Kerdiri, mahasiswa tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan tersebut.
?Kebijakan itu murni dari atas tanpa ada dialog dan pertimbangan dari mahasiswa. Kebijakan itu menunjukkan seolah-olah mahasiswa hanya sapi perahan saja,? kata
Presiden BEM STAIN Kediri, Anis Romzy kepada Tempo, Rabu (19/1). Menurutnya, mahasiswa diwajibkan membayar Rp 150 ribu dimana Rp 100 ribu untuk biaya membuka rekening dan Rp 50 ribu untuk biaya pembuatan ATM yang merangkap KTM (kartu mahasiswa). Padahal dengan adanya ketentuan membuka ATM, otomatis jika saldo tidak
ditambah, secara berangsur-angsur saldo justru akan menyusut habis. Pasalnya, saldo itu digunakan untuk biaya administrasi jaringan ATM.
Pembantu Ketua II STAIN Kediri, Achmad Subakir, menyatakan tidak masalah jika mahasiswa menolak kebijakan tersebut. Subakir berdalih, kebijakan itu semata-mata ditempuh untuk mempermudah mahasiswa mengakses keperluan pembayaran biaya studi. Sayangnya dia tidak menjelaskan kompensasi yang diterima birokrat kampus daris hasil kerjasama dengan Bank Muamalat. ?Tidak ada masalah jika sekarang mahasiswa menolak. Tahun depan kami akan menawarkan lagi. Mahasiswa itu tidak tahu pentingnya memiliki ATM yang sekaligus berfungsi sebagai kartu mahasiswa,? kata Subakir.
Dwidjo U. Maksum?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|