|
Jawa Barat
Dana Rp 6 Miliar Buat Bantu Bencana Alam
Kamis, 16 Desember 2004 | 21:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk membantu korban bencana alam. Dana ini diambil dari Pos Tak Terduga APBD Jawa Barat tahun anggaran 2004-2005. “Dananya tidak begitu besar karena merupakan sisa dari anggaran 2004,”ujar Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, kepada wartawan, di Bandung, Kamis (16/12).
Untuk mendapatkan bantuan ini, setiap walikota dan bupati yang daerahnya terkena bencana alam diminta mengajukan ke Pemerintah Jawa Barat. Sampai saat ini, menurut Gubernur, sudah ada beberapa daerah yang mengajukan, antara lain, dari Bupati Cianjur dan Kuningan. Hanya saja, permintaan tersebut tidak otomatis akan diberikan sebesar anggaran yang diajukan. Dalam hal ini, “Kami akan melakukan cross check terlebih dahulu, dan mempertimbangkan sesuai kemampuan,”kata Danny.
Selain menyiapkan dana bantuan ini, Gubernur juga sudah mengirim instruksi kepada seluruh Walikota dan Bupati se-Jawa Barat untuk mewaspadai terjadinya bencana alam. Dinas Bina Marga telah diminta menyiapkan alat-alat berat untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor. “Pada saatnya nanti, alat-alat berat itu dibutuhkan untuk normalisasi darurat apabila terjadi longsor, terutama di jalan raya antar provinsi,”kata Danny.
Untuk mengantisipasi banjir, Danny sudah membantu beberapa kabupaten di wilayah Jawa Barat bagian utara untuk melakukan normalisasi saluran air, baik irigasi maupun sungai. Dengan begitu, saat air datang, arusnya bisa diakomodasi oleh sungai yang ada dan tidak melimpah ke pemukiman.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bencana telah terjadi di kawasan Jawa Barat. Misalnya, tanah longsor di Ciamis dan Purwakarta, dan banjir di Garut, serta Dayeuhkolot, Bandung. Bahkan, di Dayeuhkolot, banjir sudah merendam ratusan rumah selama dua hari, Rabu-Kamis. Tinggi permukaan banjir beragam dari 0,75-1,5 meter. Banjir yang menggenangi Dayeuhkolot kali ini bersumber dari hujan lebat yang mengguyur Bandung, pada Rabu (15/12) dini hari. Hujan berlangsung selama tiga jam, sejak pukul 03.30 WIB.
Penduduk setempat meyakini banjir yang datang di penghujung 2004 ini merupakan tahap pertama dari bencana banjir yang rutin berulang setiap tahunnya. Menurut Kepala Seksi Informasi dan Kehumasan Kecamatan Dayeuhkolot, Inen, puncak banjir diperkirakan terjadi Januari-Februari 2005.
Rana Akbari Fitriawan dan Ahmad Fikri
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|