Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar
Jum'at, 13 Agustus 2004 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Beberapa wilayah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terbakar sejak pertengahan Juli lalu. Berdasarkan perkiraan Balai TNBTS, luas wilayah yang terbakar mencapai 400 hingga 500 hektar.

Wilayah yang dilanda kebakaran meliputi Kawasan Kaldera Tengger, seperti Jemplang, Bantengan, Adasan, Gunung Kursi, Gunung Busung Painem dan Ider-ider. Selain itu, ada kawasan Gunung Semeru yang terbakar, seperti yang terjadi di Blok Amprong. "Sebagian besar wilayah yang terbakar adalah padang rumput yang memang mudah terbakar," kata Kepala Balai TNBTS, Herry Subagiaddy kepada wartawan di kantornya, Jumat (13/8).

Balai TNBTS belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Diperkirakan kebakaran terjadi karena faktor manusia, baik yang disengaja maupun tidak. Perkiraan ini didasarkan atas lokasi kebakaran yang merupakan lintasan penduduk dan wisatawan baik menuju Gunung Bromo, Malang dan Lumajang. Rencananya, TNBTS akan memproses hukum siapa saja yang secara sengaja membakar di TNBTS. "Tahun lalu ada satu orang yang kita laporkan ke polisi karena ketahuan membuat api secara sembrono," ujar Herry.

Sebanyak 150 petugas Balai TNBTS dan lebih dari 50 penduduk sekitar lokasi kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Saat ini, di sebagian besar lokasi, api sudah padam, dan di sebagian yang lain, api mulai mengecil. Pemadaman dilakukan dengan cara manual, yaitu menggunakan ranting-ranting kayu.

Herry mengakui Departemen Kehutanan memang telah memberikan bantuan peralatan kebakaran, yang berupa penyedot air, tangki air, gebyok dan jet shooter. Tetapi, sebagian besar tidak bisa difungsikan karena kesulitan membawa dan menggunakannya. "Fleksibilitas gerakan tak memungkinkan memakai alat bantuan itu," katanya.

Menurut Herry, medan rawan kebakaran di TNBTS sulit dijangkau karena kemiringannya sangat terjal. Selain itu juga tidak ada sumber air. Sedangkan peralatan kebakaran dari Pusat hanya bisa dipakai di medan datar dan daerah yang banyak sumber air.

Herry mengatakan kebakaran di TN BTS memiliki siklus empat tahunan. Siklus mencapai puncaknya pada 3 tahun lalu yang membakar lebih dari 800 hektar hektar. Siklus ini terjadi karena penumpukan serasah, rumput kering dan semak.

Untuk mengantisipasi kebakaran lanjutan, ungkap Herry, Balai TN BTS telah menyiagakan posko dan mengintensifkan patroli. Selain itu, Balai juga memberikan penyuluhan ke masyarakat untuk tidak membuang puntung dan membuat api saat melintasi daerah rawan kebakaran di TN BTS. "Jika memang terpaksa membuat perapian, ya harus dipastikan sudah padam saat ditinggalkan," katanya.

Bibin Bintariadi - Tempo News Room)



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puluhan Kasus Korupsi Pengolahan Hutan
Pemerintah Luncurkan Kebijakan Percepatan HTI
DPR Terima Perpu Hutan Lindung Sebagai Undang Undang
Polda NTB Tahan 10 Pengusaha Pembabat Hutan
2005, Anggaran Dephut Rp. 5,14 Triliun
Tunggakan Dana Reboisasi 2003 Terbayar 50,2 Persen
Perpu Tambang Terancam Ditolak DPR
Walhi: Pemprov Riau Tidak Serius Tindak Pembakar Hutan
Pengusaha Diduga Pembakar Hutan Tidak Ditahan
Nabiel: Sulit Adili Penyebab Kebakaran Hutan
> selengkapnya...


Referensi

Kebakaran Hutan: Bencana Tahunan Riau
PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara
> selengkapnya...

Website

Berita Bumi
Walhi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2004>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data