|
Banten
Ratusan Hektar Terumbu Karang di Banten Rusak
15 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Banten: Dari 1.433 hektar terumbu karang yang ada di perairan Provinsi Banten, 622 hektar diantaranya kini mengalami kerusakan lantaran penangkapan ikan dengan kapal pukat harimau, kegiatan pengeboman ikan dan polusi air laut akibat limbah industri. "Yang masih berkembang biak hanya 810 hektar," kata Kepala Sub-Dinas Bina Program Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Ade Purnama, kepada wartawan, Sabtu (14/2).
Terumbu karang yang rusak itu tersebar di perairan Kabupaten Pandeglang dan Serang. Di perairan Kabupaten Pandeglang, kerusakan mencapai 543 hektar dari 1.315 hektar terumbu karang yang ada, tersebar di sekitar perairan Pulau Panaitan. Sementara di Kabupaten Serang, kerusakan 78 hektar dari 117 hektar terumbu karang yang ada, tersebar di sekitar Pulau Panjang, Teluk Banten dan sekitar Pulau Sangiang. "Setelah kami melakukan survei, kerusakan paling parah disebabkan limbah industri yang dibuang ke laut.
Terumbu karang sangat peka terhadap zat-zat kimia," kata Ade.
Kerusakan terumbu karang berdampak pada masyarakat di sekitar kawasan pantai. Hancurnya terumbu karang menyebabkan kadar karbon-dioksida air semakin tinggi, mengakibatkan kematian biota-biota laut yang berimbas pada manusia -mata rantai terakhir pemanfaat potensi laut. "Fungsi ekologis terumbu karang sendiri antara lain adalah sebagai benteng (perlindungan) pulau dari gempuran badai dan tempat habitat
berbagai biota. Fungsi ekonomisnya adalah sebagai sumber perikanan, sumber obat, pariwisata dan
ornamental akuarium," kata Ade.
Faidil Akbar - Tempo News Room
|