|
Jawa Tengah
Pencarian Korban Dihentikan
01 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Purworejo: Satu lagi korban tewas akibat bencana tanah longsor di Dusun Plipir Tengah, Desa Plipir, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berhasil ditemukan, Minggu (1/2) sekitar pukul 15.20 WIB. Meski masih ada satu korban yang belum ditemukan, yakni Sarinah, 60 tahun, namun proses pencarian secara resmi telah dihentikan sejak Minggu sore.
Keputusan untuk menghentikan proses pencarian korban ini berdasar kesepakatan yang diambil pimpinan di jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan perangkat desa serta tokoh masyarakt
setempat. "Sesuai kesepakatan, pencarian korban hanya dilakukan selama tiga hari. Jadi, mulai Minggu sore, proses pencarian secara resmi dihentikan," kata Kepala Desa Plipir, Abdul Muntholib, saat ditemui di Posko Bencana, Minggu (1/2). Tapi, menurut Kades, jika pihak keluarga korban masih berinisiatif meneruskan pencarian, tidak dilarang.
Seperti diketahui, bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Plipir Tengah, Desa Plipir, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (29/1) malam, telah merenggut nyawa 13 warga setempat. 11 korban tewas telah ditemukan pada hari pertama setelah bencana terjadi.
Untuk menemukan dua korban yang masih tersisa, pencarian dilakukan di tiga titik. Personel terbanyak berada di titik paling timur karena mulai tercium bau bangkai. Namun meski telah bekerja keras hingga pukul 15.00, korban belum ditemukan. Korban justru ditemukan oleh sekitar tujuh orang yang menggali di sisi paling barat.
Jenazah Paiman, 27 tahun, mulai terlihat sekitar pukul 15.20 WIB, tertimbun reruntuhan
rumahnya. Sedangkan rumah Paiman sudah terkubur lumpur sedalam tiga meter. Begitu jenazah Paiman mulai terlihat, dua tim lainnya segera ditarik ke barat. Dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengangkat jenazah Paiman. Saat ditemukan, kondisi jenazah Paiman sudah mulai membusuk, meski fisiknya masih terlihat utuh. Setelah diangkat dan dibersihan, jenazah Paiman langsung dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Desa Kaligesing, sore itu juga.
Bencana tanah longsor di Desa Plipir ini, mengundang simpati masyarakat. Di Posko bencana yang didirikan tidak jauh dari lokasi bencana, bantuan berupa uang dan bahan pangan masih terus mengalir. "Bantuan uang mencapai Rp 139,9 juta. Namun, Rp 100 juta diantaranya tidak diberikan di Posko, melainkan diberikan langsung kepada keluarga korban," jelas Abdul Muntholib.
Heru CN - Tempo News Room
|