Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Bukit Menoreh Longsor, 13 Orang Tewas
30 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Purworejo:13 warga Dusun Plipir Tengah, Desa Plipir, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tewas tertimbun longsoran Bukit Menoreh, Kamis (29/1) malam.

Ke-13 korban tewas tersebut adalah Sukardi (65), Suminah (60), Tukino (38), Roskayati (32), Edi Rahmadani (11), Ahmat Rivai, Paiman (27), Mursidah (24), Nina Ariyanti (6), Sri Lestarini (25), Fauziah Verawati (8), Ibnu Saifuddin (6), serta Sugiman (38).

Hingga pukul 16.00 WIB, 11 korban tewas di antaranya telah ditemukan, sedangkan dua korban lainnya, Paiman dan Sagiman, masih dalam pencarian intensif tim SAR yang dibantu masyarakat, aparat kepolisian, dan aparat militer setempat.

Longsornya punggungan Bukit Menoreh yang terjadi pada pukul 20.45 WIB itu diduga kuat akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari. Bukit yang longsor itu kira-kira berukuran lebar 50 meter dengan ketinggian sekitar 80 meter.

Luncuran tanah bercampur air hujan melumatkan pohon-pohon besar yang tumbuh di bukit dan langsung menerjang lima rumah di bawahnya. Empat rumah di antaranya hancur total, terendam lumpur sedalam lebih dari tiga meter.

Saksi mata, Ahmad Gunadi, yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, bencana tanah longsor itu terjadi di tengah guyuran hujan deras. "Malam itu kami pulang ke rumah setelah tahlil-dzikir dari rumah tetangga. Saya sempat mendengar suara berdentum, dan ketika saya tengok empat rumah tetangga saya sudah lenyap diterjang lumpur," ujarnya. Masyarakat setempat memang selalu mengadakan acara tahlil-dzikir setiap malam Jumat secara bergiliran.

Tito Riwayatno, yang juga pulang ke rumahnya setelah menghadiri acara tahlil-dzikir, terkejut karena mendapati rumahnya telah lenyap diterjang lumpur. Karena isteri dan kedua anaknya sedang tidur di rumah ini, Tito yang panik langsung lari ke masjid bersama Ahmad Gunadi. Keduanya mengumumkan adanya bencana melalui pengeras suara masjid.

Dalam waktu sekejap masyarakat Dusun Plipir Tengah langsung berhamburan keluar menuju lokasi bencana. "Malam itu kami sama sekali tidak mendengar suara gemuruh saat bukit longsor. Mungkin suaranya teredam oleh suara hujan deras," jelas Ahmad Gunadi.

Meski warga sudah berdatangan di lokasi bencana, mereka tidak bisa segera melakukan pertolongan mengingat hujan masih turun deras, apalagi saat itu listrik padam. Pencarian baru dilakukan mulai pukul 01.00 dini hari, dilanjutkan secara maraton hingga tadi sore.

Heru CN - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bantuan Gempa Belum Dicairkan
Jepang Kirim Tim Medis ke Iran
Angin Lesus Robohkan Rumah Warga Wonogiri
Warga Kabupaten Malang Khawatirkan Banjir Susulan
Pemda Sukabumi Akan Kaji Amdal Perumahan Palaban Griya

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data