|
Nusa
Kebakaran Hutan Gunung Kawi Terus Meluas
09 September 2003
TEMPO Interaktif, Malang:Kebakaran hutan di lereng utara Gunung Kawi (2.551 meter dpl) hingga Selasa (9/9), belum bisa diatasi dan bertambah luas. Api mulai menjalar ke wilayah lereng Gunung Butak dan Panderman.
Menurut perhitungan Perum Perhutani KPH Malang, luas areal hutan yang terbakar sudah mencapai 100 hektar lebih. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.
Awalnya, kebakaran berasal dari hutan lindung petak 212, Sabtu (6/9) dini hari. Kemudian, api cepat menjalar ke petak 208 dan 203.
Hadi Kunarto, Humas Perum Perhutani KPH Malang mengatakan, saat ini titik api sudah berkurang satu dari semula 4. Tapi, api tetap sulit dipadamkan, karena angin bertiup kencang dan minimnya sarana pemadaman. "Sulit mendapatkan air," katanya.
Perhutani Malang sudah membentuk tim -sekitar 60 orang, khusus memadamkan api di kawasan Gunung Kawi. Atas bantuan aparat kepolisian dan masyarakat, perhutani pun telah membuat sekat bakar sedalam 15 centimeter, sepanjang 20 kilometer. Tapi, upaya ini pun kurang maksimal, karena kurang memadainya peralatan, sementara areal kebakaran sudah terlanjur luas.
Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk, sehingga belum menimbulkan gangguan dan kerugian bagi masyarakat. Juga, belum memunculkan dampak sampingan, seperti gangguan asap atau terganggunya sumber mata air.
PT Perhutani Malang telah menerapkan Siaga I atas ancaman bahaya kebakaran susulan. Ada dua tempat rawan kebakaran: kawasan Gunung Kawi (4 titik rawan), Gunung Arjuno (7 titik rawan). Selain itu, dibentuk pula Satuan Petugas (Satgas) Pemadaman Kebakaran (Damkar) -sekitar 60 orang.
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Kawi juga terjadi tahun lalu. Saat itu, api juga menghanguskan tanaman di Gunung Panderman. Luas tital hutan yang terbakar di kawasan Gunung Kawi, Butak dan Panderman mencapai 500 hektar.
Bibin - Tempo News Room
|