Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Retjo Pentung Demonstrasi
09 September 2003

TEMPO Interaktif, Tulungagung: Sekitar dua ribu orang buruh Pabrik Rokok (PR) Retjo Pentung Tulungagung, Jawa Timur berdemonstrasi menuntut kejelasan status kekaryawanan dan kenaikan gaji mereka, Selasa (9/9). Aksi unjuk rasa para buruh pabrik rokok terbesar kedua di wilayah eks-Karesidenen Kediri itu berlangsung sejak Senin (8/9). Para pengunjukrasa berasal dari bagian pengepakan, penggilingan dan buruh petet yang mayoritas wanita.
Dari pantauan Tempo News Room di lokasi pabrik yang berada di Jalan Mayor Sujadi Tulungagung, para buruh yang meneriakkan yel-yel protes kepada pihak perusahaan, hampir memenuhi separuh badan jalan raya jurusan Tulungagung-Blitar. Akibatnya arus lalu lintas macet.

Kemarin, sejumlah perwakilan buruh telah diterima pihak manajemen perusahaan dengan disaksikan staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan apapun. "Karena perusahaan tak bisa memberi jawaban, kami akan terus menggelar demonstrasi hingga tuntutan kami dipenuhi," kata Yuni, salah seorang pengunjuk rasa.

Direktur Produksi PR Retjo Pentung, Mulyadi menyatakan, untuk memberi keputusan, dia harus mengadakan pembicaraan dengan pimpinan yang lain. Menurutnya, dalam beberapa tahun terkahir, PR Retjo Pentung kesulitan likuiditas. Sehingga untuk mensiasati kondisi tersebut, perusahaan melakukan efisiensi dengan menerapkan kebijakan rasionalisasi karyawan. "Kami ingin kita semua bisa bekerja bersama seperti semula. Saya harap semuanya bisa dibicarakan. Tolonglah kondisi perusahaan ini dipahami," kata Mulyadi.

Menurut para buruh, dalam waktu dua tahun belakangan ini, perusahaan memperlakukan buruh borongan dengan tidak adil. Agar para buruh keluar dengan inisiatif pribadi, mereka dibuat tidak nyaman bekerja. Sehingga ketika mengundurkan diri, perusahaan tidak punya tanggungjawab memberi pesangon. "Padahal kami sangat loyal pada perusahaan. Meskipun tak ada pemecatan, karena situasinya tidak nyaman, banyak rekan-rekan memilih keluar dengan tanpa menerima pesangon sepeserpun. Apakah itu adil," kata Siti, salah seorang buruh.

Selama ini setiap buruh borongan mendapat upah Rp 3.740 bisa memproduksi 1.000 batang rokok. Setiap har, rata-rata buruh menghasilkan sekitar 2 ribu batang rokok. Tiap hari raya, para buruh mendapatkan tunjangan hari raya sebesar Rp 285 ribu. "Kami menuntut upah kami dinaikkan dan THR ditambah. Karena hasil yang kami dapat sangat minim untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata Siti.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Tulungagung, Sunindya meminta agar perusahaan bisa memberi solusi terbaik bagi para buruh. Persoalannya, selama ini Retjo Pentung merupakan salah satu perusahaan yang stabil. "Sebisa mungkin, keputusan harus sangat adil," kata Sunindaya.

Sementara Kepala Seksi Persyaratan dan Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Pemkab Tulungagung, Sriaman, menyatakan, jika PR Retjo Pentung pailit harus ada landasan resmi berupa audit yang dilakukan akuntan publik. "Soal audit itu diatur dalam Undang Undang Kepailitan. Sedangkan soal pemutusan hubungan kerja, juga harus berlandaskan aturan yang berlaku. Jika tidak PR Retjo Pentung bisa mendapat sanksi hukum," kata Sriaman.

Hingga Selasa (9/9) siang, perundingan antara perusahaan dengan para buruh masih berlangsung. Sementara menunggu rekan-rekannya berunding, para buruh terus berteriak-teriak dan aktifitas mereka yang hilir mudik membuat situasi macet jalan raya. Selama aksi demonstrasi berlangsung, aparat kemanan dari Kepolisian Resor Tulungagung terus menjaga ketat di sekitar pabrik. "Jika tidak ada keputusan, kami akan terus melakukan unjuk rasa," kata para buruh.

Dwidjo U. Maksum - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Retjo Pentung Demonstrasi
Bawa 50 Gram Heroin, Divonis Lima Tahun Penjara
Mantan Pereli Perempuan Larikan Mobil Pacarnya
12 Anggota DPRD Klaten Diperiksa Kejaksaan
Sidang Konsumen Air Minum VS Gubernur Dilakukan di Ruang Hakim

 
Berita jawamadura Lainnya

Umat Islam Solo Demo Kasus Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 16:34 WIB)
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
(Senin, 26/04/2004 | 20:10 WIB)
Ribuan Karyawan Wastra Indah Berdemo
(Senin, 26/04/2004 | 18:37 WIB)
Ketua KPU Jember Diadili
(Senin, 26/04/2004 | 17:20 WIB)
Hidayat: PKS Tidak Akan Masuk Kabinet
(Senin, 26/04/2004 | 14:43 WIB)
Puluhan Hektare Sawah di Bojong Genteng Terendam Banjir
(Minggu, 25/04/2004 | 19:12 WIB)
Texmaco Tidak Bayar Gaji Karyawan
(Minggu, 25/04/2004 | 15:55 WIB)
Kidang Pananjung Rawan Longsor Susulan
(Jum'at, 23/04/2004 | 18:17 WIB)
Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Total Akibat Longsor
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:43 WIB)
Mabes Polri Tetapkan 8 TO Baru Di Poso
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:21 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data