TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Kepolisian Wilayah Banyumas dan Kepala Kepolisian Resor Purbalingga beserta 150 anggota Unit Perintis Sabhara (UPS) Polres Purbalingga, Minggu (26/8) siang sempat terjebak kobaran api di puncak Gunung Slamet Jawa Tengah. Selama kurang lebih tiga setengah jam mereka terpaksa bertahan, setelah akhirnya berhasil meloloskan diri setelah menerobos kobaran api pada pukul 17.45 WIB.
Salah seorang petugas jaga di Polres Purbalingga yang diminta konfirmasinya, membenarkan kejadian itu. Menurut petugas tersebut rombongan berangkat pada Minggu (26/8) dini hari. “Para pimpinan Polres Purbalingga semuanya ada di puncak bersama Kapolwil. Kita tidak bisa memberikan informasi lebih banyak, jika hendak konfirmasi masalah
itu, nanti dengan Kapolres,” kata petugas tersebut.
Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Polisi Nata Kesuma dan Kapolres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Sofyan Abadi beserta jajarannya berada di puncak gunung dalam rangka pemberian baret kepada anggota baru UPS Polres Purbalingga.
Kegiatan ‘pembaretan’ itu biasa di gelar di puncak Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 dibawah permukaan laut.
Rombongan dikabarkan berhasil turun hingga di pos pendakian Bambangan sekitar pukul 17.45. Asisten Perhutani (Asper) Gunung Slamet Timur, Suprihadi Pudji ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat. Begitu juga saat dihubungi via handphone, pesawatnya tidak aktif.
Tentang sebab-sebab terjadinya kebakaran, hingga kini belum bisa diketahui secara pasti. Reporter Tempo News Room melaporkan hingga Minggu petang, api masih tampak menyala di lereng Gunung Slamet bagian timur. Dari informasi yang berhasil dihimpun dikabarkan kobaran api tersebut mulai terlihat Minggu (26/8) sekitar pukul 13.15 WIB.
Dari pos pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, tidak tampak adanya api yang menyala. Dari pos pendakian tersebut, hanya terlihat asap tebal yang membumbung tinggi. Sampai berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti sebab-sebab terjadinya kebakaran dan berapa luas hutan yang terbakar.
Data-data terdahulu menyebutkan kawasan hutan di Gunung Slamet sempat terbakar hebat pada bulan September 1995. Akibat peristiwa itu sekitar 22 orang pendaki terjebak dalam kobaran api dua hari dua malam. Pada peristiwa kebakaran 6 tahun lalu itu, kawasan hutan dan semak-semak seluas 152 hektare terbakar. Kasus terakhir yang berkaitan dengan Gunung Slamet, sebanyak lima orang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang melakukan pendakian pada Februari 2001 lalu tewas di gunung Slamet karena kedinginan.(Syaiful Amin)