Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali Keberatan Berita Anjing dan Kucing Tularkan Flu Burung
Senin, 22 Januari 2007 | 15:24 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Gubernur Bali Dewa Made Beratha keberatan dengan publikasi hasil penelitian Universitas Udayana, yang menyatakan adanya penularan virus flu burung pada anjing dan kucing di Bali.

Menurutnya, publikasi itu tidak menguntungkan bagi pariwisata Bali. "Kalau hasil penelitian yang
belum valid dan samplenya masih sedikit jangan disampaikan kepada wartawan dulu," pintanya Senin (22/1).

Made Meratha menjelaskan, wisatawan yang datang ke Bali sangat sensitif dengan informasi semacam itu. Karena, pemerintah minta Dinas Peternakan mengecek hasil penelitian itu.

"Dulu pernah dibilang virus flu burung sudah ada pada babi. Setelah dicek ternyata tidak benar," katanya sambil menegaskan dirinya tidak ingin menutupi informasi mengenai kasus flu burung. Hanya saja, pintanya, setiap informasi harus dipertimbangkan dampak baik dan buruknya.

Laporan penelitian yang dipublikasikan ke media massa itu
menyebutkan, sebanyak 108 anjing 3 di antaranya terkena virus avian influenza. Adapun 39 kucing terdapat satu yang terinfeksi flu burung.

Menurut Dr. Ngurah Mahardika dari Universitas Udayana, temuan dari segi sample tidak bisa dipandang mewakili kondisi Bali lantaran jumlah sample yang terbatas.
Temuan pada babi, kata dia, sudah dibuktikan melalui uji
laboratorium.

Dinas Peternakan tidak pernah mengkonfirmasikan hasil
penemuan itu namun kemudian menyampaikan bantahan melalui media massa. Kemungkinan, kata dia, dinas melalui Balai Penelitian dan Pengkajian Veteriner telah mengambil sample babi yang berbeda dengan yang ditelitinya.

Perbedaan bisa terjadi karena perbedaan metodologi
pengujian sample di laboratorium. Mahardika menyatakan, bukan ingin menakuti masyarakat dengan publikasi itu. Namun, masyarakat perlu mengetahui apa yang terjadi sehingga mau berpartisipasi menghadapi risiko yang harus dihadapi. "Jangan sampai terlena dan menganggap masalah ini bukan masalah di Bali," ujarnya.

Rofiqi Hasan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Terduga Flu Burung Bertambah
Pemerintah Jakarta Dirikan Posko Sertifikasi Unggas
Jambi Waspada Flu Burung
Wabah Flu Burung di Jambi Meluas
Pasien Positif Flu Burung Membaik
Penampungan Ayam Dipusatkan di Rawa Kepiting
Pemerintah Jakarta Akan Relokasi Pedagang Unggas
Pasien Diperbolehkan Pulang
Pasien Terduga Flu Burung Masuk ICU
Positif Flu Burung, Empat Kelurahan Diisolasi
> selengkapnya...

Website

WHO Indonesia
Info Penyakit Menular
Pusat Promosi Kesehatan
Badan Litbang Depkes
RSPI Sulianti Saroso

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk91722 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data