Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pembagian Bantuan Tunai Diwarnai Aksi Saling Dorong
Senin, 15 September 2008 | 14:32 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:  Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) tahap kedua yang dimulai hari ini di Makassar diwarnai aksi saling dorong di antara warga yang membludak, sehingga beberapa orang terjatuh.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, warga tidak menghiraukan panas matahari yang menyengat dan mereka rela berdesak-desakan.

Di Kantor Pos Besar Makassar misalnya, ribuan warga langsung menyerbu gerbang lokasi tempat penerimaan, sehingga petugas terpaksa menutup gerbang dan membuka secara bertahap agar masyarakat tidak begitu membludak. Saat membuka gerbang ini beberapa warga terjatuh karena tak sanggup berdesak-desakan.

Koordinator Pembagian BLT Makassar, Sigit Sugiharto, yang ditemui disela-sela  pembagian bantuan di Kantor Pos Besar Makassar, Senin (15/9), mengatakan sebanyak 63.284 jiwa masyarakat akan menerima bantuan tahap kedua ini, masing-masing Rp 400 ribu per orang.

Pembagian akan berlangsung selama lima hari sejak hari ini, dan dilakukan di 12 kantor pos yang tersebar di Makassar, di antaranya di Jalan Sunu, Pettarani, Tamangapa, dan Mattoanging.

Masyarakat menilai petugas lebih longgar terkait syarat penerima bantuan kali ini dibandingkan sebelumnya. Jika tahap pertama penerima bantuan tidak bisa diwakili, maka kali ini petugas memberi keringanan dan membolehkannya.

Beberapa warga yang belum tahu soal dibolehkannya diwakili, terpaksa bersusah payah datang untuk menerima jatah bantuan. Dg Bure (55), warga jalan Sibula Dalam Kanal, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, harus bersusah payah datang diangkut becak oleh tetangganya, Saibu, karena tidak bisa berjalan akibat cacat.

Perjuangan serupa dilakukan Dg Ngasseng (85), warga Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Makassar. Dg Ngasseng harus bersusah payah datang ke kantor pos dengan dipapah oleh kedua anaknya. Sambil berteteskan air mata ia berkata, "uang ini nanti saya akan gunakan untuk beli buka puasa, sebagian lagi untuk saya bagikan ke cucu saya sebagai hadiah Lebaran, cucu saya sangat banyak."

Sigit mengatakan jumlah penerima bantuan di Makassar pada tahap kedua ini sebanyak 63.284 jiwa, jauh berkurang dibandingkan pada tahap pertama yang berjumlah 70.160 jiwa.

Berkurangnya jumlah penerima bantuan sebanyak 6.876 penerima bantuan tahap pertama dinyatakan batal. Hal ini akibat penerima bantuan tersebut sudah meninggal dunia dan tidak jelas ahli warisnya, alamat penerima tidak jelas, dan ada juga yang sudah mampu.

Sigit menambahkan, pihaknya telah mengajukan usulan penerima bantuan sebanyak jumlah yang batal. Tetapi, hingga saat ini usulan penerima yang baru itu belum keluar.

Irmawati


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penggunaan Bantuan Tunai Harus Dimonitor
Kepala Desa Didemo Warga Karena Potong BLT
BLT Tahap I Belum Tersalur Rp 1,25 Triliun
Penerima BLT Berkurang 1 Juta Keluarga
Presiden Akui Banyak Program Belum Tersosialisasi Luas
Puluhan Ribu Jatah BLT di Cianjur Dibatalkan
Warga Cirebon Marah, Bantuan Disunat Pejabat
Warga Protes Pemotongan BLT di Jepara
Kantor Pos Serahkan BLT Langsung Ke Rumah Warga
562 Rumah Tangga di Tangerang Batal Terima BLT
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135524 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data