Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lokomotif Uap di Ambarawa akan Pulang Kampung
Senin, 15 September 2008 | 09:07 WIB

TEMPO Interaktif, Padang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setuju akan memulangkan lokomotif uap asal Sumatera Barat yang kini ada di Ambarawa. Rencananya, lokomotif ini akan dijadikan Kereta Api Wisata di Sumatera Barat.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Senin (15/9). Menurut Gamawan, ia sudah dua kali menyurati Gubernur Jawa Tengah untuk meminta agar lokomotif uap asal Sumatera Barat dikembalikan untuk keperluan wisata, karena di Ambarawa loko uap itu tidak digunakan karena gigi relnya berbeda.

“Mereka sudah beredia memulangkan loko uap, hanya dari PT Kereta Aaapi Inddonesia kita diminta menyediakan biaya angkutnya dibebankan kepada kita, sebesar Rp450 juta, ini yang akan kita cari,” kata Gamawan.

Ia mengatakan, Lokomotif Uap tipe E1060 yang sudah lama melayani para wisatawan di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah sedang didata untuk dipersiapkan dikirim ke Padang. Dahulunya lokomotif ini berasal dari Sumatra Barat dibuat oleh Esslingen, Jerman tapi seiring dengan berkurangnya pekerjaan angkutan batubara maka lokomotif uap E1060 ini dikirim ke Ambarawa pada 1981.

“Dengan adanya loko uap ini, akan menjadi ikon pariwisata di Sumatera Barat. Kita sedang serius mengembangkan wisata dengan kereta api dari Padang ke Padang Panjang yang melewati Lembah Anai, menyusuri Danau Singkarak dan terus ke bekas kota lama di Sawahlunto,” kata Gamawan.

Wali Kota Sawahlunto Amran Nur menyambut gembira rencana pemindahan loko uap, bahka ia bersedia menganggarkan biaya pemindahan dalam APBD Swahlunto. “Loko uap itu yang kita tunggu-tunggu selama ini, karena berasal dari Sawahlunto, wisatawan pasti akan tertarik naik loko uap melewati terowongan Muaro Kalamabn sepanjang 900 meter yang membuat muka jadi hitam terkena asap loko uap, mereka pasti akan terkesan,” kata Amran Nur.

Direktur Keselamatan dan Teknik Prasarana Direktorat Perkertaapian Asril Syafei mengatakan untuk proses pemindahan PT Kereta Api Indonesia sedang mempersiapkan prosesnya dengan Pemda Jawa Tengah. “Kami sedang mengurus masalah prosedurnya dengan Pemda Jateng, walaupun dulunya dari Sumatera Barat tapi loko uap ini sudah jadi aset Jateng, pada prinsipnya mereka sudah setuju, tanggal 19 September mendatang kami akan membicarakan lagi dengan Pemda Jateng,” kata Aril Syafei.

Febrianti



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sumatera Barat Tambah Lima Gerbong Kereta Api
49 Perlintasan KA di Cirebon Tak Dijaga
Lagi, Kereta Anjlok Di Cipeundeuy
Disiapkan, Kereta Khusus Angkut Sepeda Motor
11 Pintu Perlintasan Kereta di Bekasi Tidak Bersirine
Gerbong Baru Tiba di Teluk Bayur
Jakarta Minati Kerjasama dengan PT Kereta Api
Kereta Api Semarang-Sragen Segera Beroperasi  
Kereta Api Semarang-Sragen Segera Beroperasi
Tambahan 30 Kereta Api Ekonomi untuk Pemudik
> selengkapnya...

Referensi

Tragedi Pasar Minggu

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135440 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data