Berita terkait selengkapnya Mereka yang Menggerakkan Roda (26 Januari 1999) Antara Tanahabang dan Rangkasbitung (26 Januari 1999) KA Jabotabek: Sebuah Mimpi Buruk (26 Januari 1999) Kereta Liar Penguji Nalar (22 Desember 2003) Surat Pembaca(11 Agustus 2003) Banjir Menggugat Pemerintah (18 Maret 2002) Serat Optik Pendeteksi Rel Kereta Api (19 Pebruari 2001) Menarik Gerbong Sepanjang Malam (04 Pebruari 2002) Lambaian Rupiah di Stasiun Siluman (04 Pebruari 2002) Maut Mengintai di Jalur Besi (04 Pebruari 2002) Penyelamat itu Seorang Gembala Sapi (15 Januari 2001) Jembatan KA Yang Roboh(08 Januari 1977) Akas Yang Naas(27 Mei 1978) Cerita Peluru Bekasi(20 Juli 1974) Dan Tumpahlah Darah Petani(03 November 1973) Masinis itu gelisah(31 Januari 1981) Masinis itu gelisah(31 Januari 1981) Maja vs senja(31 Januari 1981) Turun, tidak, turun, tidak(07 Maret 1981) Misteri Penyabot Lidah Wesel(25 Januari 1986) Mana Tanggung Jawab yang Lain?(21 November 1987) Vonis bagi Prajurit(07 November 1987) Sebelum dan setelah tragedi bintaro(31 Oktober 1987) Setengah tiang di sudimara(31 Oktober 1987) Kisah si juned(31 Oktober 1987) Di balik tangis ny. rohimah(31 Oktober 1987) Lebih seratus orang mati, dosa ...(31 Oktober 1987) Tumpukan Batu di Ujung Jembatan(14 November 1987) Tanah pun Bergetar, Bencana di Atas(24 Oktober 1987) Mereka Teledor Sebelum Maut(27 Agustus 1988) Tragedi bintaro: menghilangkan ...(14 Mei 1988) Tak boleh pembela luar(07 Mei 1988) Bila kereta menabrak gas(10 Juni 1989) Yang mati di roda suami(26 Agustus 1989) Salah kubur(18 Mei 1991) Salah, tapi gratis(25 Januari 1992) Membudayakan rasa tanggung jawab(20 November 1993) Korban berjatuhan di citayam(20 November 1993) Berdebam! rivan hilang(26 Juni 1993) Demonstrasi sampai mati(13 November 1993) Musibah ratu jaya(13 November 1993) Karena lalai timbul musibah(14 Mei 1994)