Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani Pilih Tanam Rumput Gajah daripada Padi
Minggu, 31 Agustus 2008 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Sekitar seribu petani di wilayah pusat peternakan sapi perah Kabupaten Malang tidak lagi menanam padi dan lahannya digunakan untuk menumbuhkan rumput gajah (Pennisetum pupureum).

Sukiyanto, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur Kecamatan Ngantang, satu dari tiga kecamatan yang banyak penanam rumput gajah selain Pujon dan Kasembon, pada Minggu (31/8), mengatakan, "Keuntungan yang kami dapat (dari padi) tidak sebanding dengan biaya produksi dan perawatan yang kami keluarkan."

Ia memberi gambaran, setiap panen padi yang empat bulan sekali, petani mendapatkan rata-rata Rp 12 juta per hektare. Sedang menanam rumput gajah, panenan bisa 40 hari sekali dengan keuntungan paling tidak Rp 5 juta per hektare.

Selain itu, katanya, menanam rumput gajah lebih gampang dan tidak memerlukan tenaga ekstra untuk merawat dan memupuk. Risiko gagal panen rumput gajah, yang dijual kepada para pemilik sapi, juga lebih kecil dibanding padi.

Wilayah tiga kecamatan ditambah Kota Batu, memang terkenal pusat pemeliharaan sapi perah terbesar di Jawa Timur sehingga petani yang bertanam rumput gajah tidak khawatir kehilangan pasar.

Abdi Purmono 

Dari Arsip Majalah TEMPO
Langsung Panen tanpa Disemai  | 19 Maret 2001
Hantu Baru | 18 Januari 1975
Lumbung Tanpa Padi | 13 April 1974
Wabah Kulit Beras | 16 Maret 1974
Kelah Komah Di Gangga | 01 Desember 1973
Hikayat Si Datuk | 13 Oktober 1973
Masih target | 11 Agustus 1973
Alternatif Gaplek | 17 Juni 1972
Perang Melawan Bubuk | 06 Maret 1971
Hari Terakhir Kincir | 07 April 1979
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Distribusi Benih ke Petani Lambat
Presiden Undang Petani Makan Siang
Petani Korban Banjir Bojonegoro Kembali Dapat Bantuan Benih Padi
Panen, Harga Bawang Merah Malah Anjlok
Ratusan Ton Benih Padi Bantuan Terancam Puso
Petani Bekasi Dapat Bantuan Pompa Air
Petani Bojonegoro Dapat Bantuan Benih Padi Gratis
Demak Terima 886 Ton Benih Padi
Kalimantan Tengah Terima 60 Ton Bibit Padi
Ribuan Hektare Sawah Tadah Hujan di Jawa Tengah Kekeringan
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk133076 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data