Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pelaku Pembunuhan Sadis di Gunung Batu Tertangkap
Minggu, 31 Agustus 2008 | 14:50 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Kepolisian Resor Kota Bandung berhasil menangkap tersangka pembunuhan pasangan Ronald-Sri yang terjadi di Kompleks Cipta Graha Bandung, Sabtu (30/8). Tersangka, yakni Firmansyah Hudaya, 23, pembantu keluarga korban, ditangkap di rumah familinya di kampung Babakan Sari, Batujajar, Kabupaten Bandung, Minggu (31/8) pukul 00.30 WIB.

"Tersangka mengaku sempat merebus kepala korban yang dimutilasi (Sri) dalam panci selama 15 menit," ujar Kepala Kepolisian Resor Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Pratikno di kantornya, Minggu (31/8). Kepada polisi, Firman mengaku perebusan itu untuk menghilangkan bekas luka dan darah korban.

"Motif tersangka adalah dendam karena sakit hati oleh perlakuan korban yang dimutilasi (Sri)," kata Pratikno. Dari lokasi kejadian, polisi menyita pisau daging besar, kunci Inggris besar, panci, tiga buah ember, handuk, pakaian korban, dan sampel ceceran darah di lantai kamar mandi.

"Pelaku dijerat dengan pasal tentang pembunuhan terencana," ujarnya. Firman akan dikenai pasal berlapis, antara lain pasal 340, 338, 351, dan 353 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Seperti diketahui, suami-istri Ronald Alimudin, 50, dan Sri Magdalena, 45, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Kompleks Cipta Graha Blok C, kawasan Jalan Gunung Batu, Bandung, Sabtu (30/8).

Saat ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah korban tergeletak di dua kamar mandi terpisah. Kondisi tubuh Sri dalam keadaan terpisah dari leher dan kedua lengannya. Sementara Ronald tewas dengan luka berdarah di perbatasan dada dan leher kiri.

Pratikno mengatakan, Firman mengeksekusi kedua korbannya antara pukul 11.00 hingga 13.00. "Karena sekitar pukul 14.00 dia sudah meninggalkan rumah menuju Batujajar," katanya.

Firman pertama kali mengeksekusi Sri di kamar mandi belakang dengan cara dipukul menggunakan kunci Inggris di bagian muka. Jeritan Sri diduga terdengar oleh Ronald yang tengah berada di kamar tidur bagian depan. "Si Bapak (Ronald) lalu memanggil pelaku menggunakan bel," kata Pratikno.

Khawatir perbuatannya ketahuan, Firman lalu mendatangi Ronald. "Begitu ketemu, dia langsung memukulkan kunci Inggris ke leher korban (Ronald)," tuturnya. Ronald diduga tewas seketika dengan luka berdarah akibat tersayat ujung kunci di perbatasan dada-leher kiri.

Selanjutnya Firman kembali ke tempat Sri yang ternyata masih megap-megap di lantai. Dengan pisau daging besar yang sudah disediakan, dia langsung memotong putus leher dan kedua lengan korban. "Kepalanya lalu dibawa untuk direbus," katanya.

Pada saat bersamaan, pelaku juga menyiram lantai kedua kamar mandi untuk membersihkannya dari darah kedua korban. Firman juga mengaku di sela-sela eksekusi dirinya sempat melayani satu-dua tetangga yang belanja ke warung kelontong korban di bagian depan rumah.

Kepada polisi, Firman memang mengaku tidak mengeluhkan gaji yang diberikan korban sebesar Rp 500 ribu sebulan. Namun selama hampir setahun bekerja, dia sakit hati karena sering diomeli Sri meski tugasnya di rumah cukup banyak.

"Pekerjaan tersangka meliputi mengurus rumah, menjaga warung, dan mengurus si bapak (Ronald) sehari-hari yang sakit stroke akut," kata Pratikno. Makan, minum, dan buang air Ronald yang menderita lumpuh akibat penyakitnya, selama ini lebih banyak diurus oleh pelaku.

Pembantu keluarga korban lainnya, Ida, 36, mengaku tidak tahu-menahu atas peristiwa yang menimpa majikannya Pada saat majikannya dibunuh, Ida mengaku sudah pulang ke rumahnya sejak pukul 10.00.

Menurut dia, selama ini korban bersikap baik kepada Firman dan dirinya. Ia memang sempat mendengar keluhan Firman soal kerepotannya bekerja di rumah korban. Namun ia tidak menyangka koleganya akan berbuat sesadis itu.

Saat Ida meninggalkan rumah kemarin pagi, di rumah hanya ada Ronald dan Firman. Sementara Sri dan putrinya, Retno, sedang belanja ke pasar seperti biasa dilakukan setiap akhir pekan. Ia pun melihat Firman baik-baik saja pagi itu. "Makanya kemarin pagi saya meninggalkan Firman besama Bapak (Ronald)," katanya.

Ida mengaku sudah bekerja di keluarga korban selama enam bulan. Selama itu ia tidak pernah menginap dan selalu pulang ke rumahnya sendiri usai pekerjaan selesai sekitar pukul 15.00. "Kecuali kalau hari Sabtu dan Minggu bebas," katanya.

Erick P. Hardi 

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Salah Tangkap Minta Tes DNA Asrori
Suami Istri Tewas Dibantai di Bandung
Kasus Ryan, Polisi Akan Bongkar Makam di Malang
Maman Tetap Didakwa Membunuh Asrori
Sidang Kasus Ansori Jalan Terus
Kuburan Asrori "Asli" Dibongkar
Kasus Asrori, Dua Kali Reka Ulang Juga Salah
Terdakwa "Pembunuh" Asrori Tetap Disidang


Mister X Dipastikan Asrori, Polisi Lakukan Kesalahan Besar
Pembunuh Bos Bubur Menado Tertangkap
> selengkapnya...

Referensi

SIAPA KAWAN PEMBUNUH RYAN

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk133036 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data