TEMPO Interaktif, Cianjur: Sebanyak 35.263 rumah tangga sasaran atau 18,03 persen dari total 195.579 rumah tangga yang berhak mendapatkan dana bantuan langsung tunai (BLT) di Kabupaten Cianjur terpaksa dibatalkan.
Alasannya, setelah dilakukan verifikasi ulang, ternyata mereka tidak memenuhi 14 kriteria yang ditetapkan. "Di antaranya, ada yang sudah meninggal dunia serta pindah alamat. Memang jumlahnya lumayan besar," ujar Ketua Satuan Tugas BLT Kabupaten Cianjur, Yayan Suryana, Selasa (12/8).
Dengan demikian pembayaran BLT tahap pertama di Kabupaten Cianjur hanya terdistribusikan sebanyak 160.316 kupon, dari total 195.579 kupon. Meski demikian, jumlah kupon rumah tangga sasaran (RTS) yang dibatalkan tersebut dapat diganti oleh RTS lainnya dengan syarat memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Penggantinya atas dasar usulan yang merupakan hasil kesepakatan warga setempat, tokoh masayarakat dan pemuda, alim ulama serta Ketua RT/RW setempat. Usulan penggantinya sendiri hingga saat ini sudah ada dan masih dalam proses. Sebab, yang lebih berwenang menentukan kelayakan RTS pengganti itu adalah pihak pusat," kata Yayan.
Yayan menambahkan, pada tahap pertama pembayaran BLT di Kabupaten Cianjur, tingkat daya serap alokasi BLT mencapai angka 56,44 persen atau telah terbayarkan untuk 90.482 RTS, dengan nilai realisasi pembayaran Rp 27.144.600.000. "Untuk sisa RTS yang belum mendapatkan BLT sebanyak 69.834, dengan sisa pembayaran sebesar Rp 20.950.200.000," kata Yayan.
Pada tahap kedua pembayaran akan dimulai bulan September hingga Desember. Jumlah dana pembayaran per RTS sebesar Rp 400 ribu. Yayan mengakui jika RTS penerima dana BLT pada tahun ini sedikit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
"Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik, RTS penerima BLT tahun ini berkurang dengan kisaran antara 400-500 RTS. Karena tahun ini datanya diverifikasi kembali," paparnya.
Yayan optimistis jika pembayaran dana BLT tersebut dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni tanggal 31 Desember 2008 mendatang. "Insya Allah semuanya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dari pusat," ujarnya.
DEDEN ABDUL AZIZ