Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Freeport Tak Beri Jawaban, Suku Amungme Kecewa
Senin, 15 September 2008 | 14:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Perwakilan warga Suku Amungme dan Komoro dari Papua, kecewa setelah pertemuan dengan manajemen PT Freeport Indonesia, Senin (15/9), sama sekali tak membuahkan hasil.

Perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu belum bisa menjawab pertanyaan soal realisasi nota kesepahaman pada 2000.

Kepala Suku Amungme, Markus Bugaleng, mengatakan perwakilan Freeport hanya mencatat pertanyaan dari perwakilan suku dan menjanjikan akan menjawabnya pada pertemuan berikutnya.
“Padahal ini sudah pertemuan kedua. Pada pertemuan pertama, kami sudah sepakat untuk melakukan tanya jawab hari ini,” katanya ketika dihubungi Tempo usai pertemuan di Plaza 89 Kuningan, Jakarta Selatan, kantor Freeport Indonesia. Pertemuan pertama, kata Markus, seharusnya digelar di Kamis pekan lalu.

Seperti dilaporkan, perwakilan warga suku Amungme dan Komoro hari ini mendatangi kantor PT Freeport Indonesia di Jakarta untuk menagih realisasi nota kesepahaman pada 2000. Mereka didampingi kuasa hukum dari Indonesian Human Rights Committee for Social.

Pada nota itu, Freeport menjanjikan pembagian satu persen dari laba kotor perusahaan tambang emas tersebut. Selain pembagian keuntungan, nota kesepahaman juga menyebutkan Freeport akan membangun berbagai fasilitas seperti pendidikan, pengembangan ekonomi rakyat, dan bantuan sosial.

Freeport pun wajib menjaga kelestarian sumber daya alam, terutama tanah ulayat milik suku-suku yang mendiami wilayah Tembaga Pura, Mimika, Papua.

Kuasa hukum dari Indonesian Human Rights Committee for Social, Muhammad Taufik, menyebutkan perjanjian itu diteken Presiden Komisaris PT Freeport Indonesia, James R. Moffett, dan Ketua Lemabaga Musyawarah Adat Suku Amungme, Thom Beanal.

Taufik menyesalkan sikap Freeport yang tak segera memberi penjelasan soal nota perjanjian tersebut. Apalagi, kata dia, perwakilan Freeport dari Departemen Hukum dan Departemen Komunikasi Perusahaan yang menemui para perwakilan suku juga hanya menampung pertanyaan.

“Ini aneh. Padahal dari bagian hukum, tapi mereka tak bisa menjelaskan masalah begini,” katanya. Bahkan, hingga saat ini, Freeport belum memberi kepastian kapan pertemuan ketiga yang dijanjikan akan dipenuhi tanya-jawab dengan direksi akan dipenuhi.

Dia khawatir, sikap yang demikian justru menyebabkan warga di sekitar Tembaga Pura emosional. “Mereka memang menunggu, dan kami sepakat menyatakan hasil pertemuan di Jakarta. Apapun bentuknya,” kata Taufik.

Menurut dia, pihaknya tak segan-segan menggugat Freeport atas pengingkaran janji. “Kami beri batas waktu hingga akhir pekan ini untuk memastikan kapan pertemuan ketiga diadakan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dari PT Freeport Indonesia.

Agoeng Wijaya


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Freeport Diserang Orang Tak Dikenal
5.000 Pekerja Datangi Kantor Freeport Lagi
Freeport Diminta Tetap Berproduksi Optimal
Pekerja Freeport Unjuk Rasa, Tembagapura Memanas
PT Freeport Minta Perbaikan Bandara Timika Ditunda
Gajah Loyo Terendam Banjir
Bandara Supadio Jadi Jalur Penyelundupan Emas Batangan
Urus Surat Mobil di Surabaya Cuma Lima Menit
Mimpi Wayan Sudhirta Jadi Senator
Jaksa Periksa Pejabat Terkait Pemilihan Kepala Daerah Banten
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135517 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data