|
Angkutan Lebaran Mulai Dipersiapkan
Selasa, 02 September 2008 | 14:04 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Sebagai kota tujuan pemudik, Kota Solo sudah mempersiapkan 935 bus dari berbagai jenis untuk angkutan lebaran. Ini untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang diperkirakan meningkat hingga 10% dibandingkan tahun lalu.
"Tahun ini diperkirakan akan ada 1.286.443 pemudik yang datang ke Solo," kata Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad. Untuk dapat mengangkut para pemudik, pihaknya telah mempersiapkan 935 bus yang terdiri dari 388 bus Antar Kota Antar Propinsi, 150 bus Antar Kota Dalam Propinsi ukuran besar, 76 bus Antar Kota dalam Propinsi ukuran sedang, 317 bus lintas, dan 4 bus bantuan. Selain itu, mobilisasi pemudik juga diantisipasi dengan menyiapkan 367 taksi dan 360 angkutan kota. Semua kendaraan ini, yang sedang dalam masa pemeriksaan uji kelayakan, diharapkan sudah dalam keadaan siap untuk mengangkut pemudik tujuh hari menjelang lebaran.
Meski demikian, Yosca mengatakan bahwa saat ini kondisi bus, khususnya kategori Antar Kota Dalam Propinsi, mengalami penyusutan jumlah yang cukup parah. "Hanya 70 persen yang bisa berjalan," katanya. Sedangkan sisanya tidak laik jalan karena mengalami kerusakan. Tingginya harga suku cadang kendaraan menjadi faktor yang membuat pemilik tidak lagi sanggup melakukan perbaikan.
Untuk menghadapi lebaran, kata Yosca, tidak akan ada tarif tuslah, terutama untuk bus ekonomi. Untuk bus Antar Kota Dalam Propinsi, kelas ekonomi tetap akan menggunakan ketentuan tarif batas atas sebesar Rp 150 per kilometer per penumpang dan tarif batas bawah sebesar Rp 92 per kilometer per penumpang. Hal ini sesuai dengan SK Gubernur nomor 29 tahun 2008.
Sedangkan bus Antar Kota Antar Propinsi kelas ekonomi menggunakan tarif batas bawah Rp 92 ribu dan tarif batas atas Rp 150 ribu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor KP 288 tahun 2008. "Sedangkan untuk bus nonekonomi, kita serahkan pada mekanisme pasar," katanya.
Sedangkan Kepala Stasiun Besar Solo Balapan, Sugiyanto, mengatakan saat ini dirinya telah mempersiapkan 50.000 tiket untuk berbagai jurusan. Sebagian besar untuk tujuan Jakarta. "Masih mungkin bertambah, karena akan ada kereta ekstra yang akan dijalankan," katanya. Namun sampai saat ini usulan pemberangkatan kereta tambahan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari pihak Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sugiyanto kemudian menambahkan bahwa jumlah penumpang di stasiun Solo Balapan kemungkinan akan mengalami puncaknya pada saat arus balik. Hal ini dikarenakan Solo menjadi kota tujuan pemudik. "Untuk keperluan mudik, pemesanan tiket masih sepi," katanya.
Ahmad Rafiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|