Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lagi, WNI Disiksa di Malaysia
Senin, 01 September 2008 | 14:34 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Seorang wanita berusia 25 tahun asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dirawat di rumah sakit setelah melarikan diri dari majikannya yang berwarga negara malaysia. Sang majikan dituduh membakar dan memakasanya meminum air yang sedang mendidih.

Perempuan yang menerima perawatan di sebuah rumah sakit di barat Negara Bagian Negeri Sembilan, itu mencari pertolongan dari orang asing setelah menyelamatkan diri dari rumah majikannya yang berumur 33 tahun pekan silam, kata harian berbahasa Inggris New Straits Times.

Kepala kepolisian distrik Seremban, Saiful Azly Kamaruddin mengatakan pembantu, yang belum teridentifikasi itu, berlumuran darah mulai dari telinga dan tak dapat berbicara saat dia dibawa ke kantor polisi dan segera dilarikan ke rumah sakit.

"Kami sudah mengenali si majikan dan akan mendapatkan laporan dari dokter di rumah sakit. Jika dia bisa bicara, kami akan meminta keterangan dan menahan majikannya untuk ditanyai," kata surat kabar tersebut, mengutip pernyataan polisi.

Sumber-sumber di rumah sakit mengatakan kepada surat kabar itu bahwa pembantu rumah tangga ini mengalami luka serius di bagian mulut dan memar di wajahnya. Di dalam mulut dan tenggorokannya juga mengalami luka bakar parah dan ada goresan dari luka sebelumnya.

"Berdasarkan pemeriksaan kesehatan kami, pembantu rumah tangga ini telah melewati masa-masa mengerikan dari luka-luka fisiknya, dia juga sedang trauma," kata sebuah sumber rumah sakit, seperti yang dilansir AFP.

Saiful Azly mengatakan majikan sang pembantu telah mengirimkannya ke rumah seorang kerabat, Kamis lalu. Saat dia kembali, bosnya diduga mendatangi, dan menuduhnya pemalas dan bekerja tak becus. Majikan perempuan tersebut diduga menghukum pembantunya dengan membakar mulutnya dengan sebatang lilin sebelum memaksanya meminum air panas dengan sedotan.

Malaysia sangat mengandalkan para pekerja asing untuk pekerjaan kasar. Kedutaan Besar di Indonesia mengatakan sekitar 300 ribu warganya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Mereka mendapat perlindungan yang minim dari hukum-hukum perburuhan dan seringkali hidup dan bekerja sepanjag hari dengan kondisi yang sulit untuk mendapatakan upah sekitar 100 dolar AS (sekitar Rp 920. ribu) sebulan.

Bobby Chandra


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Malaysia Tembak Mati 4 Warga Indonesia
Anak Mahathir Ragukan Peralihan Kekuasaan
Kamis, Anwar Ibrahim Diangkat Sumpahnya
Peserta Indonesia Juarai Lomba Baca Al-Quran Internasional
Mahathir Serukan Jangan Pindah ke Oposisi
Universitas Teknologi Malaysia, Minta Dikirim Profesor dari Institus Teknologi 10 November
Gerakan Hantam Anwar Ibrahim Meningkat
Istri Diplomat Indonesia Diperlakukan Kasar
Telekom Malaysia Berhad Lakukan Pemisahan LIni
Presiden Minta Aksi Demo Anti Malaysia Dihentikan
> selengkapnya...

Referensi

Kemarahan Setelah Pengeroyokan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk133172 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data