|
Perempuan Dinilai Tak Maksimal Berpolitik
Senin, 25 Agustus 2008 | 13:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Masyarakat Puan Maharani mengatakan perempuan tak maksimal berpolitik karena terbelengu budaya feodal. "Perempuan terpinggir dari ranah politik," katanya dalam peresmian 'PDI Perjuangan Rumah Perempuan' di Sekretariat PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (25/08).
Minimnya partisipasi politik perempuan disayangkan. Sebab, kata Puan, mayoritas pemilih pada pemilihan 2009 adalah perempuan. PDI Perjuangan mencatat jumlah pemilih perempuan pada pemilihan 2009 mencapai 77,5 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 50,2 persen dari total pemilih. "Perempuan Indonesia memiliki posisi strategis," kata Puan.
Karena itu, Puan melanjutkan, PDI Perjuangan membuka pintu perempuan yang ingin berpartisipasi politik. "Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi perempuan," kata Puan. Ia menjamin tak akan diskriminasi terhadap perempuan di tubuh partai. Anggaran dasar dan rumah tangga partai, kata Puan, menjamin kesetaraan gender. "32 persen calon legislator kami perempuan," katanya.
Selain tersisih dari panggung politik, lanjut Puan, kaum perempuan kerap mendapat perlakuan tak adil dalam kehidupannya. Ia mencontohkan beragam bentuk kekerasan seksual dan rumah tangga serta perdagangan perempuan masih kerap terjadi. "Realitas sosial, perempuan masih terbelengu," katanya.
Dwi Riyanto Agustiar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|