TEMPO Interaktif, London:Penderita flu burung pada wabah pandemi 1918 masih bisa menghasilkan antibodi dari serangan virus mematikan tersebut. Pada wabah tersebut jumlah orang yang tewas diperkirakan mencapai 50 juta orang.
Hasil itu dikeluarkan ilmuwan Amerika yang diterbitkan jurnal Nature. Menurut ilmuwan hasil ini bisa menolong mereka menemukan cara menghentikan serangan virus yang dikenal H1n1 itu.
Seperti dilansir BBC, Senin (18/8), pada risetnya ilmuwan meneliti 32 orang yang terjangkit virus flu burung pada 1918. Hasil temuannya menyebutkan mereka masih memproduksi antibodi di dalam darah mereka.
Menurut Dokter James Crowe-salah satu pemimpin riset antibodi menyebutkan sukarelawan dalam riset ini berusia antara 91 hingga 101 tahun.
Bagus Wijanarko | BBC