Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Menteri Agama Serukan Ormas Islam Menyatukan Kalender Islam
Minggu, 03 Agustus 2008 | 01:28 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menyerukan kepada seluruh umat Islam yang terwakili dalam organisasi kemasyaratan Islam untuk mempunyai semangat dan sikap bersama dalam penentuan awal Ramadan, awal Idul Fitri (1 Syawal), dan awal Idul Adha.

Menurut Basyuni, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, perbedaan di antara umat Islam dalam menentukan awal dan akhir Ramadan, misalnya, dapat menimbulkan perselisihan kecil tapi mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Ya, perbedaan stadar penentuan kalender Islam, khususnya penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal sangat menghantui kita dan mengganggu ketenteraman di masyarakat,” kata Basyuni seusai membuka acara Halaqoh Internasional Alim Ulama dan Orientasi Hisab Rukyah di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (2/8).

Perbedaan itu berpangkal pada penggunaan metode hisab dan rukyat yang dirujuk masing-masing ormas Islam. Ia sudah lima kali menggelar pertemuan dengan sejumlah ormas Islam untuk mencari metode bersama, tapi hasilnya belum memuaskan.

“Metode itu kita susun dalam satu kitab yang bisa dijadikan rujukan bersama. Memang susah menyatukan perbedaan-perbedaan itu, tapi kita akan terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada ormas-ormas Islam sehingga suatu saat ada satu patokan yang sama yakni mengawinkan hisab dan rukyah,” kata Basyuni.

Basyuni juga menyampaikan penghargaan yang tinggi pada Majelis Ulama Indonesia yang terus berusaha secara konsisten untuk menyatukan seluruh ormas Islam agar mereka bersepakat dalam penentuan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan pelaksanaan Idul Adha.

“Satu-satunya cara adalah sering-seringlah kita mengadakan kegiatan seperti halaqah ini. Perbedaan itu rahmat, tapi kita terus berikhtiar agar jangan sampai perbedaan-perbedaan itu justru menimbulkan perselisihan dan bahkan konflik di antara umat.” Abdi Purmono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Agama: Muhammadiyah dan NU Kemungkinan Lebaran Bareng
Menteri Agama Usul Bangun Pesantren di Perbatasan
Menteri Agama Tak Tahu Digugat Jemaah
Pemerintah Tetapkan Puasa Mulai Ahad

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129587 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data