Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla: Golkar dan PDK Satu Visi
Sabtu, 02 Agustus 2008 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengklaim tujuan Partai Demokrasi Kebangsaan sama dengan Partai Golkar. Alasannya, kader Partai Golkar tersebar di berbagai partai politik termasuk partai yang dipimpin Ryaas Rasyid itu.


"Saya kira di sini (Partai Demokrasi Kebangsaan) 99 persen bekas Golkar. Jadi betul itu bahwa orang Golkar pindah ke PDK. Maka tujuan kita tetap sama," ujarnya dalam rapat koordinasi nasional PDK di Jakarta Convention Center, Sabtu (2/8).

Menurut dia, Golkar membiarkan kadernya melebarkan sayap ke partai maupun organisasi massa lain. Perbedaan Golkar dan PDK hanya pada warna pakaian ciri khas keduanya yaitu kuning dan putih. "Artinya Golkar itu baik, membiarkan kadernya melebar kemana-mana," ujarnya.

Kalla mengatakan seluruh partai dan organisasi massa yang ada di Indonesia ingin memakmurkan bangsa. Partai politik, kata dia, merupakan pilar demokrasi. "Partai berbeda-beda tapi tujuannya sama. Tidak ada partai yang tujuannya ingin membuat negeri ini sulit," katanya.

Dia pun mengajak seluruh partai politik bekerja sama mewujudkan sistem pemerintahan yang demokratis dan kuat menjelang pemilu 2009. "Pemilu 2009 paling gegap gempita karena diikuti 34 partai," ujarnya.

Selain itu, Kalla secara tersirat mengajak PDK mendukung pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Dia optimistis mampu bertahan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga akhir masa jabatan. Langgengnya kebersamaan keduanya itu menjadi modal untuk maju kembali pada pemilu 2009.


Pascareformasi, kata Kalla, Presiden Habibie hanya berkuasa 1,5 tahun. Presiden Abdurrahman Wahid, ujarnya, berkuasa 2 tahun. Sedangkan, Megawati Soekarnoputri berkuasa 3 tahun setelah menggantikan Gus Dur.

"Mudah-mudahan SBY-JK cukup lima tahun. Jadi itu artinya bisa diperpanjang. Tergantung PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) lah," katanya.

Presiden PDK Ryaas Rasyid menilai pernyataan Golkar tentang anggota partainya pindahan dari Golkar hanya gurauan. Menurut dia, hampir seluruh anggota partai politik yang ada di Indonesia merupakan limpahan dari Partai Golkar. "Itu guyonan saja karena melihat saya (yang berasal dari Golkar). Itu sama dengan orang Golkar mau ke PDK," katanya.

PDK, dia melanjutkan, menargetkan lolos ambang batas minimal 2,5 persen pada pemilu mendatang. Ryaas mengatakan partainya membuka diri bagi orang luar yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon presiden.
KURNIASIH BUDI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129575 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data