|
Yenny Anggap Yusuf Merekayasa Sendiri
Rabu, 16 Juli 2008 | 12:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zanuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid menilai pernyataan Yusuf Emir Faisal yang menyatakan telah mengembalikan dana untuk pembangunan gedung Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB adalah rekayasa. ”Itu rekayasanya sendiri,” kata Yenny saat dihubungi Tempo, Rabu (16/7).
Alasannya, kata dia, LPP PKB baru dibentuk pada Februari 2008. Sedangkan Yusuf mengaku telah memberikan dana sebesar Rp 600 juta untuk LPP PKB pada Juli 2007. ”Kalau lembaganya belum dibentuk, dia berikan kepada siapa?” ujarnya.
Yusuf Emir Faisal pada Selasa (15/7) malam ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan Ketua Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat itu diduga terlibat kasus dugaan suap proyek pengalihan fungsi hutan di Tanjung Api-api, Sumatera Selatan sekitar Rp 700 juta. Perihal tudingan itu, Yusuf membantahnya. Dia menegaskan uang tersebut sudah dikembalikan ke KPK.
Pada Selasa kemarin, Yusuf juga membagikan selebaran dengan kop surat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Surat tersebut berisi pernyataan pengembalian uang dengan jumlah berbeda, yakni Rp 800 juta ke KPK. Dalam selebaran itu dicantumkan pula bukti transfer dan kuitansi Rp 500 juta untuk penitipan bantuan dari pihak lain guna pembangunan gedung Lembaga Pemenangan Pemilu PKB.
Yenny mengatakan, Yusuf memang pernah menjadi Ketua Tim Koordinasi Pemenangan Pemilu. Saat itu, kata dia, terkumpul dana sebesar Rp 900 juta yang berasal dari sumbangan dan iuran anggota. Dari jumlah itu, lanjut Yenny, Yusuf hanya mengembalikan Rp 300 juta. ”Sisanya sebesar Rp 600 juta, kami tagih terus,” kata Yenny.
Belakangan Yenny terkejut ketika dana itu disebut-sebut telah dikembalikan melalui LPP PKB. Yenny mengaku tak tahu apa-apa tentang dana yang diterima Yusuf dari perusahaan rekanan pelaksana proyek pelabuhan di Tanjung Api-Api, PT Chandra Tex.
Mengenai tudingan bahwa Gus Dur pun menerima dana dari Yusuf untuk biaya pengobatan, Yenny mengatakan, biaya berobat ayahnya bukan berasal dari dana partai maupun pemberian Yusuf. ”Semua biaya pengobatan berasal dari keluarga dan negara,” katanya. ”Semua ada kuitansinya.”
Rencananya, kata dia, PKB pimpinan Ali Masykur Musa ini akan menuntut Yusuf karena telah mencemarkan nama baik PKB dan Gus Dur. "Tapi nggak enak juga karena dia kan lagi kena musibah,” katanya.
Rini Kustiani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|