|
Gizi Buruk
Menteri Kesehatan Segera Kirim Tim ke Nusa Tenggara Timur
Minggu, 16 Maret 2008 | 17:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari meminta Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur memberikan laporan akurat soal data kasus gizi buruk di daerah itu. “Saya akan cek. Data itu benar atau tidak,” kata Siti Fadillah kepada Tempo, Minggu (16/3).
Sampai dengan pekan ini, jumlah balita dan anak-anak penderita gizi sekitar 90 ribu jiwa, yang terdiri dari penderita gizi buruk dengan kelainan klinis (busung lapar) 83 orang, gizi buruk tanpa kelainan klinis 14 ribu orang dan gizi kurang sebanyak 71 ribu. Jumlah ini belum termasuk yang menetap di desa-desa terpencil dan sulit dijangkau.
Khusus Kabupaten Rote Ndao, penderita gizi buruk dengan kelainan klinis sebanyak 13 orang, gizi buruk tanpa kelainan klinis 201 dan gizi kurang 1200 orang. Menteri mengatakan akan mengirimkan Tim Departemen Kesehatan ke Nusa Tenggara Timur. Departemen Kesehatan, kata dia, akan memberikan bantuan pangan dan obat. “Need assesment dulu, butuhnya apa. Nanti kami kirim,” katanya.
Bila data tersebut benar, katanya, pemerintah pusat akan mengirimkan bantuan susu, makanan bayi, beras, obat-obatan dan sejumlah kebutuhan lainnya. Siti Fadillah mengaku heran dengan kebijakan Pemda NTT yang meminta bantuan Rp 20 miliar untuk mengatasi masalah gizi buruk itu. “Kok ujug-ujug minta duit Rp 20 miliar,” katanya.
Menurut Siti, selama ini tidak pernah ada laporan kasus gizi buruk dengan data sebanyak itu baik kepada Kementrian Koordinator Kesra atau Departemen Kesehatan. Dia mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600-Rp 700 miliar dalam APBN Perubahan untuk mengatasi gizi buruk di Indonesia. “Tapi itu belum turun karena masih dibahas,” katanya. NININ DAMAYANTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|