Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Anggaran Pemerintah untuk Malaria Terlalu Sedikit
Rabu, 25 April 2007 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Principal Recipient Global Fund untuk penyakit Malaria, Ferdinand J. Laihad menyatakan alokasi dana yang dianggarkan pemerintah untuk menangani malaria sangat sedikit.

Saat ini dana yang digelontorkan Departemen Kesehatan hanya Rp 40-50 miliar per tahun. Padahal, untuk mengatasi penyakit itu setidaknya dibutuhkan dana Rp 80 miliar pertahun.

"Itupun hanya untuk pembelian kelambu, belum termasuk obat, pembelian Rapid Diagnostic Test (RDT), dan Artemisinin Combination Therapy (ACT)," kata Ferdinand dalam konferensi pers tentang malaria di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu siang tadi.

Saat ini sedikitnya terdapat 310 kabupaten/kota yang menjadi daerah endemi malaria dan sekitar 107,785,000 juta penduduk (49,6 persen) yang tinggal di wilayah tersebut berisiko tertular malaria. Ia memperkirakan jumlah kasus malaria mencapai 10 juta kasus klinis dengan 3 juta kasus positif.

Pada 2006 hingga 2007, setidaknya telah terjadi Kejadian Luar Biasa dan peningkatan kasus malaria di 7 provinsi, yaitu Jawa Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Dari tujuh provinsi tersebut, sebanyak 1.501 orang tercatat positif mengindap malaria dan 23 diantaranya meninggal dunia. "Papua dan NTT jumlah kasusnya sangat banyak. Bahkan ada beberapa desa di sana yang 50 persen penduduknya mengindap malaria," kata Ferdinand.

Untuk menekan angka kasus malaria tersebut, ia melanjutkan, pemerintah bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat telah membagikan 2,5 juga kelambu berinsektisida kepada ibu hamil, anak balita, dan penduduk miskin yang tersebar di 45 kabupaten endemis. Selain itu, sebanyak 800 Pos Malaria Desa juga telah dibangun dengan dukungan 1600 kader dibeberapa daerah terpencil. Dwi Riyanto Agustiar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk98775 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data