Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Diminta Umumkan Hasil Percakapan Kasus Munir
Selasa, 24 April 2007 | 20:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mantan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir, Asmara Nababan, meminta kepolisian segera mengumumkan hasil investigasi dan penyelidikan tentang percakapan antara Pollycarpus dan Deputi Kepala Badan Intelijen Negara Muchdi PR. dari hasil pemeriksaan laboratorium di Amerika Serikat.

“Ini untuk menghindari keragu-raguan di masyarakat. Jadi sebaiknya segera diumumkan,” ujarnya di sela-sela diskusi tentang kontroversi intelijen dalam penerbangan, di Jakarta Media Center, Selasa (24/4) sore.

Menurut Asmara, soal hasil percakapan tersebut ada dua pendapat yang beredar. Yakni antara yang mengatakan belum diselesaikannya analisis hasil percakapan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika dan yang sudah. Asmara sendiri mendengar infromasi sejauh ini FBI sudah menyelesaikan tugasnya dan diserahkan kepada polisi.

Asmara berpendapat, TPF mengumpulkan data tentang begitu intensnya hubungan telepon yang terjadi sebelum dan setelah kematian Munir. Mereka menduga ada hubungan antara percakapan itu dan terbunuhnya Munir. Tapi hal itu tidak bisa sembarangan dan harus dibuktikan oleh polisi. “Jadi polisi harus memperdalam dugaan TPF apakah benar BIN terlibat,” katanya.

Tentang dugaan keterlibatan yang mengarah pada kelompok Megawati, Asmara mengatakan TPF belum mempunyai dan menemukan bukti keterlibatannya. Menurut dia, Munir memang selalu kritis terhadap pemerintah, khususnya militer dan intelijen.

Asmara juga mengatakan beberapa petinggi militer dan intelijen pernah meminta agar Munir tidak terlalu kritis dan keras terhadap militer dan intelijen. Ia menceritakan, Adnan Buyung Nasution pernah diminta oleh Muchdi, dan Todung Mulya diminta oleh Hendropriyono untuk menasehati Munir agar tak terlalu kritis. Tapi, dia meminta terhadap masalah ini masih harus dibuktikan.

Secara terpisah, Suciwati, istri Munir, meminta polisi harus menelusuri indikasi, motif, dan orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Munir. Termasuk indikasi pembunuhan terkait pemilihan presiden. “Ini memang harus ditelusuri. Perlu kerja keras untuk membuktikan itu,” kata Suciwati.

Ia juga mengatakan bahwa semua pihak yang dinilai terlibat harus memberi penjelasan tentang terbunuhnya Munir. Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kepala BIN Minta Polisi Buka Percakapan Telepon
Polisi Jamin Keselamatan Saksi Munir
Rohainil Aini Diperiksa Hari Ini
Pollycarpus Mengaku Tak Mengenal Ongen
Hendro Priyono Siap Diperiksa
Dua Tersangka Baru kasus Pembunuhan Munir Resmi Ditahan
Pengacara Menilai Polisi Salah Kaprah Tangkap Indra
Bekas Direktur Garuda Dituduh Membantu Pollycarpus
Dua Tersangka Kasus Munir Masih Diperiksa
Polisi Bantah Langgar Prosedur
> selengkapnya...

Referensi

Terbang Duluan Surat Belakangan
Skenario Memperlama Transit Munir
Proyek Panjang
Belum Selesai

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk98699 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data