Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani Kecewa Patokan Harga Gabah dan Beras Pemerintah
Sabtu, 07 April 2007 | 16:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Infrastruktur Pertanian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Icu Zukafril mengatakan petani kecewa dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah dan beras yang ditentukan pemerintah. "Itu rendah sekali," kata Icu kepada Tempo setelah acara dialog di Jakarta, Sabtu (7/4).

Harga pokok pembelian yang ditetapkan pemerintah, menurut Icu, jauh dari perhitungan petani yang telah mengeluarkan modal untuk membeli bibit, pupuk dan pemeliharaan sampai panen tiba. Harapannya, kata Icu, harga untuk gabah kering sebesar Rp 2.500 per kilogram dari harga semula Rp 1.730 per kg, sedangkan harga beras menjadi Rp 4.500 per kilogram dari harga semula Rp 3.550 per kilogram. "Itu yang petani inginkan," katanya.

Seperti diberitakan, pada 31 Maret lalu, pemerintah mengumumkan Inpres Nomor 3 tahun 2007 tentang HPP Gabah dan Beras. Dalam Inpres yang mulai berlaku 1 April 2007 menyebutkan, HPP gabah Rp 2.000 per kilogram dan beras sebesar Rp 4.000 per kilogranm.

Icu menambahkan, meskipun harga HPP jauh dari harapan petani, dia meminta Perum Bulog dapat langsung turun ke petani untuk membeli gabah dan beras petani. "Jangan mind set-nya (pola pikirnya) impor terus karena dapat fee," katanya.

Dia menilai, sejumlah kantor Bulog yang ada di daerah mampu membeli gabah dan beras petani. "Tapi yang bikin sulit itu, mind set-nya tadi," ujarnya.

Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bulog Kesulitan Penuhi Target Pengadaan Gabah dari Petani
Petani Harapkan Harga Gabah di Atas Rp 2.000
Bulog Surakarta Tak Mampu Beli Gabah Petani
HPP Gabah Tinggal Persetujuan Boediono
Harga Beras di Banten Mulai Turun
Pemerintah Akan tetap Impor Beras Pertengahan Maret mendatang
Baru Panen Sedikit Harga Gabah Sudah Turun
Harga Beras Turun, Sayuran Melambung
Pialang Beras Ganggu Operasi Pasar
Daerah Tolak Masuknya Beras Impor
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk97313 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data