|
Sebagian Peluru dan Senjata Abu Dujana Buatan Pindad
Selasa, 03 April 2007 | 20:14 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Ratusan senjata dan peluru yang berhasil disita petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dari para tersangka teroris pimpinan Abu Dujana diketahui merupakan buatan PT Pindad.
"Kelompok ini berencana mengirim sebagian senjata dan peluru itu ke Poso," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto dan Direktur I Badan Reserse dan Kriminal Brigadir Jenderal Surya Darma Salim, Selasa (3/4) di Yogyakarta.
Dalam jumpa pers itu, seluruh barang sitaan, kecuali tiga buah sepeda motor, ditunjukkan kepada wartawan di Markas Brimob Polda DIY.
Dalam operasi penyergapan teroris di Yogyakarta sejak 20 Maret lalu, petugas berhasil menyita 20 bom aktif siap ledak, 33,5 kilogram TNT, 715 kilogram potasium klorat, dan 193 detonator cord. Selain itu, kata Sisno, petugas juga menyita tiga senjata M-16, sejumlah pistol serta 2.271 peluru dari berbagai kaliber.
Detasemen Khusus juga menyita sejumlah senjata dan bahan peledak dari rumah tersangka bernama Sikas bin Karim di Sukoharjo, meliputi 24 dos peluru kaliber 5,56 dengan kode MU-5TJ produksi PT Pindad (Persero). Juga ikut disita empat dos peluru kaliber 5,56 kode MU-4TJ, juga dari PT Pindad. Pada sebuah pistol kaliber 9 mm tanpa nomor seri yang berhasil ditemukan juga terdapat tulisan "Pabrik Senjata Ringan Pindad".
"Para tersangka ini rupanya juga sudah mahir membuat senjata api rakitan. Mereka juga mempunyai laboratorium mini untuk membuat senjata, termasuk merakit bom," kata Surya Darma.
Seperti diberitakan, petugas berhasil melakukan penyergapan saat kelompok teroris hendak menyerahkan paket senjata kepada anggota kelompok lainnya di Jalan Ring Road Utara Yogyakarta tanggal 20 Maret 2007. Di lokasi itu, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berbagai jenis senjata api, peluru dan tiga unit sepeda motor.
Keesokan harinya, petugas menyita barang bukti serupa dari rumah Sikas alias Karim di Dukuh Pancasan Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Sukoharjo. Lalu penyitaan juga dilakukan di rumah Mahfudz Qomari alias Sutarjo di Dukuh Temulus Grogol Sukoharjo. Penyitaan juga dilakukan di rumah Agus Suryanto alias Aman di Secang Magelang serta di rumah Ahmad Syahrul Uman alias Doni alias Faisol di Surabaya. Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|